Jutaan Data Bocor
Penyedia Transaksi Situs Porno Merasa Dijebak
- detikInet
Jakarta -
Penyedia transaksi online, iBill, merasa dijebak. Perusahaan itu keukeuh bukan data milik mereka yang bocor di internet. Tidak tanggung-tanggung, 17 juta data konsumen situs pornografi dikabarkan bocor di internet. Perusahaan keamanan yang menemukannya, Secure Science Corp dan Sunbelt Software, menyebut data itu adalah konsumen iBill, perusahaan penyedia jasa transaksi online untuk situs pornografi. Presiden iBill, Gary Spaniak Jr., menyangkal data perusahaannya telah bocor. "Saya orang pertama yang akan membawa hal ini ke FBI, dan yang mengaku kepada 60 Minutes (acara televisi-red) bahwa kami membuat kekacauan, jika semua itu benar," ujarnya kepada Wired yang dikutip detikINET, Minggu (12/03/2006). Menurut Spaniak, pihaknya telah melakukan cek silang data tersebut dengan basis data iBill. Ternyata hanya 3 data yang cocok. Lebih lanjut, Spaniak menyebutkan, sebagian data tersebut merupakan pembelian lewat kartu Diner's Club. Padahal sejak berdirinya, ujar Spaniak, iBill tak pernah menerima transaksi Diner's Club.Menurut Spaniak, pencantuman nama iBill pada data tersebut merupakan upaya untuk terus menjatuhkan reputasi perusahaannya. Sejak 2003 iBill memang mengalami banyak pukulan, baik legal maupun finansial. Namun Lance James dari Secure Science Corp mengatakan kemungkinan hal itu adalah upaya pihak-pihak tertentu untuk menjual data secara lebih menggiurkan. Di kalangan spammer, data dari situs pornografi dianggap lebih 'berharga'. Jika memang bukan data iBill, James mengaku tidak tahu siapa pemilik data itu sebenarnya. Pihak FBI pun tak akan menyelidiki kasus ini kecuali telah jelas siapa pihak yang datanya bocor. (wsh)
(wicak/)