Duh! 533 Juta Data Pribadi Facebook Bocor, Ada dari Indonesia

Duh! 533 Juta Data Pribadi Facebook Bocor, Ada dari Indonesia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 04 Apr 2021 07:01 WIB
BERLIN, GERMANY - FEBRUARY 24:  A no entry symbol hangs on an opened gate next to the Facebook logo at the Facebook Innovation Hub on February 24, 2016 in Berlin, Germany. The Facebook Innovation Hub is a temporary exhibition space where the company is showcasing some of its newest technologies and projects.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Logo Facebook. Foto: Getty Images
Jakarta -

Kasus kebocoran data pribadi Facebook terkuak. Sebanyak 533 juta informasi pribadi, mulai dari nomor telepon hingga identitas pengguna beredar di internet.

Kebocoran data pengguna Facebook terbaru ini diungkap oleh akun Twitter @UnderTheBreach. Data yang bocor berasal dari pengguna di 106 negara, termasuk pengguna Facebook dari Indonesia.

Informasi sensitif yang bocor di internet ini mencakup nomor telepon, identitas pengguna Facebook, nama lengkap, lokasi, tanggal lahir, hingga alamat email pengguna.

Pengguna Facebook yang berasal dari AS paling banyak terdampak yakni sebesar 32 juta, disusul 28,8 juta pengguna Arab Saudi, 11 juta pengguna di Inggris, 6,9 juta pengguna Uni Emirat Arab, 6,1 juta pengguna dari India. Sedangkan data pribadi pengguna Facebook yang berasal dari Indonesia yang beredar di darkweb itu sebesar 130.331.

Sebagaimana dikutip detikINET dari Business Insider, Minggu (4/4/2021), Juru Bicara Facebook ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa data pengguna yang bocor itu diambil oleh hacker dari akibat kerentanan yang ditambal Facebook pada 2019.

Kendati sudah terjadi pada sekitar dua tahun lalu, kebocoran data pribadi pengguna Facebook tersebut tetap saja memberikan informasi berharga kepada penjahat siber untuk melakukan aksinya, seperti meretas atau kebutuhan marketing.



Kasus kebocoran data pengguna yang terjadi di Facebook bukan pertama kalinya. Cambridge Analytica yang notabene adalah firma konsultasi dari Inggris sekaligus pihak ketiga Facebook, mengambil 87 juta data pribadi pengguna Facebook tanpa persetujuan perusahaan.

Data tersebut digunakan untuk kebutuhan iklan politik dan membantu kampanye Donald Trump untuk memenangkan kursi Presiden AS pada 2016 silam. Skandal ini diungkap The Guardian dan The New York Times tahun 2018.



Simak Video "Mark Zuckerberg Habiskan Rp 336 Miliar untuk Keamanan"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)