Hacker Rusia dan China Diduga Curi Data Vaksin Eropa

Hacker Rusia dan China Diduga Curi Data Vaksin Eropa

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 09 Mar 2021 09:17 WIB
Vaksin Covid-19: Kami tak terima tuduhan itu, Rusia bantah tudingan Inggris, AS, Kanada peretas negara itu menyasar riset vaksin virus corona
Foto: BBC World
Jakarta -

Hacker Rusia dan China diduga melakukan serangan cyber terhadap European Medicines Agency (EMA) pada Desember 2020. Serangan ini bertujuan mencuri dokumen untuk vaksin COVID-19 dan perawatan pasien yang sedang berjalan.

Laporan ini disampaikan Reuters yang mengutip sumber surat kabar Belanda De Volkskrant. Dalam laporannya, surat kabar tersebut mengklaim bahwa para penyusup asal Rusia memiliki akses selama lebih dari sebulan. Mereka mengincar pembelian vaksin Pfizer atau BioNTech.

Sedangkan peretas asal China dilaporkan melakukan serangan pada paruh pertama 2020 dan selama tahap awal pandemi, sedangkan Rusia menyusul di sekitar akhir tahun tersebut.

EMA mengungkapkan adanya pelanggaran akses pada bulan Desember, tetapi tidak menyebutkan pelakunya atau memberikan motif spesifik. Lembaga tersebut menegaskan kembali bahwa penyelidikan kriminal saat ini sedang berlangsung. Namun EMA menolak berkomentar tentang siapa yang terlibat dalam peretasan tersebut.

Sementara itu, Rusia dan China secara historis membantah adanya upaya kampanye peretasan apa pun terlepas dari adanya bukti-bukti. Sementara itu, sebenarnya tidak mengherankan jika Rusia dan China terlibat. Keduanya punya sejarah panjang berkaitan dengan peretasan yang disponsori negara.

Kalaupun benar, meski motivasi pasti mereka tidak jelas, sejumlah pengamat menduga mereka mungkin saja menggunakan data EMA untuk menargetkan negara-negara yang sangat membutuhkan pasokan vaksin tambahan.

Lihat juga video 'Kasus Serangan Hacker ke Vaksin BioNTech-Pfizer':

[Gambas:Video 20detik]



(rns/afr)