Viral Rekening Bank Bobol dengan Panggilan Telepon, Ini Faktanya

Viral Rekening Bank Bobol dengan Panggilan Telepon, Ini Faktanya

Tim - detikInet
Senin, 08 Mar 2021 15:21 WIB
Ilustrasi smartphone
Ilustrasi. Foto: Freepix
Jakarta -

Viral di WhatsApp maupun media sosial bahwa dengan penipuan SIM swap cukup dengan panggilan telepon, rekening korban dapat dikuras. Apakah benar?

Berikut bunyi pesan yang beredar dan belum jelas sumbernya ini:

REKENING BANK ANDA DAPAT DIKOSONGKAN TANPA PERINGATAN.

Dear all, tolong berhati-hatilah.
Ada PENIPUAN TECHNIK TINGGI baru di kota yang disebut PENIPUAN SIM SWAP, dan ratusan orang sudah KORBAN. Bagaimana cara kerjanya ?

1. Penipuan baru bernama SIM SWAP telah dimulai. Jaringan telepon Anda akan sesaat menjadi buta/nol (tidak ada sinyal/bilah nol) dan setelah bbrp saat panggilan akan datang.
2. Orang di ujung telepon akan memberi tahu Anda bahwa dia menelepon dari (perusahaan ponsel Anda), tergantung pada jaringan Anda dan bahwa ada masalah di jaringan seluler Anda.
3. Dia akan menginstruksikan Anda untuk tekan 1 pada telepon Anda untuk mendapatkan jaringan kembali.
4. Tolong pada tahap ini jangan tekan apa pun, cukup hentikan atau AKHIRI panggilan.

Jika Anda menekan 1, jaringan akan muncul tiba-tiba dan segera menjadi buta lagi (Zero Bars) dan dgn tindakan itu, ponsel Anda sdh ter- HACKED.
Dalam detik berikutnya mereka akan mengosongkan rekening Bank Anda, shg menyebabkan Anda alami kerugiaan yang tak terhitung.
Apa yang akan Anda alami ini akan tampak seolah-olah saluran telpon Anda tanpa Jaringan, sementara SIM Anda telah DIAMBIL ALIH.
Bahayanya disini adalah bahwa, Anda tidak akan mendapatkan peringatan transaksi apa pun, jadi tolong kami yang melakukan USSD Banking dan Mobile Banking, WASPADALAH.

Mari kita berhati-hati. Tolong, teruskan ke kontak Anda, orang-orang terkasih dan teman-teman. Penipuan meningkat dari hari ke hari.

Ketika ditanyakan pada pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, dapat dipastikan bahwa modus di atas tidak benar dapat mengakibatkan rekening korban bobol. "Tidak benar, itu fake news," kata Alfons kepada detikINET, Senin (8/3/2021).

Metode penipuan SIM swap memang benar bisa terjadi, tapi bukan dengan cara seperti itu. "Jadi caranya dengan memalsukan kartu identitas korbannya dan membutuhkan operatornya yang mengganti kartu tersebut," papar Alfons.

Dikatakannya bahwa secara teknis kartu GSM 4G tidak bisa dikloning dan hanya satu kartu yang boleh aktif. Selain itu, kartu SIM GSM tersebut diproteksi dengan enkripsi sehingga sangat sulit bahkan mustahil bisa dikopi. Artinya pelaku tidak cukup hanya menelepon korban, tapi harus ada campur tangan operator.

"Modusnya adalah membohongi operator supaya mengganti SIM pengguna yang ada dengan SIM baru. Jadi harus operator yang mengganti. Dalam hal ini operatornya yang salah atau ditipu," lanjut Alfons.

Pelaku pun harus lebih dulu mendapatkan data pribadi korban untuk meyakinkan operator, misalnya dengan KTP palsu dan sejenisnya atau melancarkan teknik pembobolan data seperti phishing. Dengan demikian, teknik SIM swap yang viral di atas dipastikan tidak bisa dilakukan.



Simak Video "BSSN Deteksi 495 Juta Serangan Siber di Indonesia Pada 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)