Curi Rp 18 Triliun, 3 Hacker Korut Didakwa di AS

Curi Rp 18 Triliun, 3 Hacker Korut Didakwa di AS

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 18 Feb 2021 12:34 WIB
Hacker retas bank di Rusia
Foto: Dok. Reuters
Jakarta -

Tiga orang hacker asal Korea Utara didakwa di Amerika Serikat karena mencuri lebih dari USD 1,3 miliar atau sekitar Rp 18 triliun dalam bentuk uang dan mata uang kripto lewat aksi peretasannya.

Korban peretasan tiga hacker ini bermacam, dari mulai perusahaan, bank, sampai studio film di Hollywood, seperti yang dikatakan oleh Kementerian Hukum AS. Tiga hacker tersebut adalah Jon Chang Hyok (31 tahun), Kim Il (27 tahun, dan Park Jin Hyok (36 tahun).

Ketiganya didakwa mencuri uang lewat aksi peretasan sebagai sampingan dari pekerjaan utama mereka, yaitu bekerja di intelijen militer Korut, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (18/2/2021).

Kementerian Hukum AS menyebut ketiga hacker itu bertanggung jawab atas bermacam aksi kriminal dan peretasan kelas atas. Seperti serangan terhadap Sony Pictures Entertainment, yang dilakukan sebagai balasan atas perilisan film 'The Interview', yang menceritakan kisah pembunuhan pemimpin Korea Utara.

Mereka pun diduga meretas sejumlah pegawai AMC Theatres dan jaringan komputer Mammoth Screen, sebuah perusahaan film asal Inggris, karena memproduksi sebuah serial drama tentang Korut.

WannaCry 2.0 juga disebut sebagai ransomware yang dibuat oleh ketiga hacker tersebut. Ada juga peretasan terhadap sejumlah bank di sejumlah negara Asia Tenggara dan Asia Selatan, Meksiko, dan Afrika, memanfaatkan protokol SWIFT untuk mencuri uang.

Sejumlah malware yang beredar antara Maret 2018 sampai September 2020 untuk menyerang pengguna mata uang kripto pun disebut sebagai hasil karya mereka. Jumlah total uang yang mereka curi tak terlalu jelas, karena dalam beberapa kasus, transaksinya bisa disetop dan dikembalikan.

"Bekerja untuk Korea Utara, menggunakan keyboard dan bukan senjata, mencuri dompet digital untuk mata uang kripto dan bukan uang tunai, adalah perampok bank di abad ke-21," ujar Asisten Jaksa Agung Amerika Serikat John Demers.

Menurut FBI, ketiga hacker tersebut saat ini berada di Korea utara, meski sebelumnya diduga pernah ditempatkan di sejumlah negara seperti China dan Rusia.



Simak Video "Bocah 16 Tahun Asal Sumsel Retas Database Kejaksaan Agung"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)