Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Jelang Valentine, Spam Makin Merajalela

Jelang Valentine, Spam Makin Merajalela


- detikInet

Jakarta - Valentine sudah di depan mata. Namun perusahaan keamanan Sophos mengimbau agar pengguna komputer mawas diri, dan tidak membeli barang-barang yang ditawarkan via spam pada hari Valentine.Baru-baru ini, Sophos menyelenggarakan jajak pendapat melalui web. Hasilnya, 9 persen pengguna komputer mengaku membeli barang-barang yang ditawarkan via spam di hari kasih sayang itu.Ditilik dari persentasenya memang kecil. Tapi Sophos mengklaim, angka tersebut lebih dari cukup bagi para spammer untuk berbisnis dan terus 'mengebom' pengguna dengan berbagai e-mail sampah.Menjelang hari 'H' (Valentine-red), melalui jaringan global perangkap spam, Sophos melihat ribuan e-mail spam dikirimkan dengan tujuan menjual berbagai produk bertema Valentine.Beberapa subjek e-mail yang biasa dipakai spammer termasuk:Give the scent of love this year!Whiter Teeth before ValentinesDon't Wait- 15 percent Off All Valentine Fresh FlowersBarang yang dipromosikan via spam sangat beragam, mulai dari pakaian dalam wanita, coklat, bunga, syal, dan game-game 'dewasa'."Di jajak pendapat kami sudah membuktikan. Ternyata ada orang yang membeli produk via spam. Mereka juga mengaku telah mengunjungi berbagai situs yang ditawarkan via e-mail bulk," kata Graham Cluley, Senior Konsultan Teknologi Sophos.Menurut Cluley, jika Anda membeli barang yang dipasarkan via spam, berarti Anda makin membesarkan hati spammer untuk terus mengirimkan lebih banyak lagi e-mail sampah. Sudah saatnya kita memboikot perusahaan yang memakai spam saat menjual barang mereka. Demikian dilansir detikINET dari techtree Senin (13/02/2006). (dwn) (ien/)




Hide Ads