Deretan Perusahaan Teknologi yang Kena Serangan Siber SolarWinds

Deretan Perusahaan Teknologi yang Kena Serangan Siber SolarWinds

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 22 Des 2020 21:45 WIB
kejahatan cyber
Foto: Internet
Jakarta -

Serangan siber ganas dan berskala besar SolarWinds tak cuma menyerang pemerintah Amerika Serikat, melainkan juga sejumlah perusahaan teknologi besar.

Dilansir Wall Street Journal, dalam investigasi lebih lanjut, malware dalam serangan siber ini juga ada di jaringan komputer milik Cisco, Intel, Nvidia, Belkin, dan VMware. Namun tampaknya masih banyak juga perusahaan lain yang terdampak dalam serangan ini.

Pasalnya menurut SolarWinds, jumlah perusahaan yang terdampak dari serangan ini mencapai 18 ribu. SolarWinds sendiri adalah perusahaan pembuat software management yang berbasis di Texas.

Software itulah yang mempunyai celah keamanan, dan kemudian dipakai untuk menyusupkan malware oleh si pelaku. Para konsumen SolarWinds Orion mengunduh pembaruan software tanpa menyadari adanya malware di situ.

Sejauh ini, para perusahaan teknologi itu punya pernyataan yang sama mengenai serangan siber ini. Yaitu 'tengah menginvestigasi, namun kemungkinan serangan ini tak ada dampaknya pada kami'.

Namun sebenarnya, butuh waktu lama untuk menyadari dampak dari sebuah serangan siber terhadap seuatu jaringan.

Serangan siber SolarWinds ini menurut Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) sudah dimulai sejak Maret. Beberapa lembaga pemerintah kemudian melaporkan diincar, termasuk Departemen Energi dan Departemen Keuangan.

"Pelaku ancaman ini menunjukkan kemampuan intrusi yang canggih dan kompleks. Melenyapkan mereka dari lingkungan yang sudah terkena sangat kompleks dan menantang," sebut mereka.

Beberapa pihak menyebut hacker Rusia ada di balik serangan siber SolarWinds ini. "Skala serangan yang berkelanjutan ini begitu kuat. Hacker Rusia sudah punya akses di jaringan sensitif dan penting dalam 6 sampai 9 bulan," kata Thomas Bossert, mantan penasihat Homeland Security.

Pihak Rusia sudah menepisnya. "Bahkan jikalaupun benar ada serangan dalam beberapa bulan dan pihak Amerika tidak berbuat apa-apa, maka salah untuk menyalahkan Rusia begitu saja. Kami tak ada kaitannya dengan ini," ucap juru bicara presiden Rusia, Dmitry Peskov.



Simak Video "Kontras: Serangan Siber Didominasi Isu Papua dan Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)