Singapura Investigasi Muslim Pro Soal Jual Data ke Militer AS

Singapura Investigasi Muslim Pro Soal Jual Data ke Militer AS

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 18 Des 2020 19:30 WIB
Muslim Pro
Singapura Investigasi Muslim Pro Soal Jual Data ke Militer AS. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Singapura sedang menyelidiki klaim yang menyebutkan aplikasi Muslim Pro telah menjual data lokasi penggunanya kepada militer AS. Muslim Pro sudah pernah membantahnya, namun investigasi baru dimulai.

Dikutip dari ZDNet, badan perlindungan data pribadi Singapura (Personal Data Protection Commission/PDPC) telah meminta informasi lebih lanjut dari developer aplikasi Muslim Pro, Bitsmedia.

"Kami mengingatkan pengguna untuk juga memperhatikan jenis izin dan data pribadi yang diberikan dan bagaimana penggunaannya. Jika ragu, pengguna sebaiknya tidak mengunduh atau menggunakan aplikasi apa pun," kata PDPC.

Didirikan pada tahun 2009, Bitsmedia yang berbasis di Singapura memiliki kantor di Malaysia dan Indonesia. Aplikasi ini mencatat lebih dari 98,5 juta unduhan dan digunakan di sekitar 200 negara.

Pertengahan November lalu, tersiar laporan yang menyebutkan militer AS membeli data lokasi puluhan juta umat Islam di seluruh dunia dari aplikasi Muslim Pro.

Informasi ini terkuak dari laporan laman Vice Motherboard. Disebutkan dalam laporan tersebut, militer AS menggunakan dua metode terpisah untuk mendapatkan data lokasi pengguna. Pertama melibatkan produk bernama Locate X.

Layanan tersebut dibeli untuk membantu Komando Operasi Khusus AS (USSOCOM), divisi militer yang ditugaskan untuk kontraterorisme, pemberontakan, dan pengintaian khusus, dalam operasi pasukan khusus di luar negeri.

Metode kedua mendapatkan data melibatkan perusahaan bernama X-Mode. Perusahaan ini memperoleh data lokasi langsung dari aplikasi kemudian menjual data tersebut ke kontraktor, dan dengan ekstensi ke militer AS.

Sebagai imbalannya, X-Mode membayar biaya kepada pengembang aplikasi berdasarkan jumlah pengguna yang dimiliki. Misalnya, sebuah aplikasi dengan 50.000 pengguna aktif harian di AS akan menghasilkan pengembang USD 1.500 sebulan.

Dalam laporan Motherboard menemukan bahwa aplikasi Muslim Pro paling banyak mengirim data penggunanya ke X-Mode. Untuk diketahui Muslim Pro menjadi salah satu aplikasi populer yang banyak digunakan umat Islam di seluruh dunia.



Simak Video "Muslim Pro Buka Suara Terkait Jual Data ke Militer AS"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)