Microsoft Perbaiki Fitur yang Bisa Mata-matai Karyawan

Microsoft Perbaiki Fitur yang Bisa Mata-matai Karyawan

Josina - detikInet
Rabu, 02 Des 2020 20:13 WIB
NEW YORK, NY - MAY 2: The Microsoft logo is illuminated on a wall during a Microsoft launch event to introduce the new Microsoft Surface laptop and Windows 10 S operating system, May 2, 2017 in New York City. The Windows 10 S operating system is geared toward the education market and is Microsofts answer to Googles Chrome OS. (Photo by Drew Angerer/Getty Images)
Foto: Drew Angerer/Getty Images
Jakarta -

Microsoft dikritik karena melanggar privasi. Terdapat tools pada aplikasi Microsoft 365 yang dapat digunakan sebuah perusahaan untuk memantau dan memata-matai karyawannya untuk melihat seberapa produktif mereka.

Tools tersebut dinamai Skor Produktivitas yang dapat memberikan nilai dari 100 dengan beberapa faktor termasuk penilaian komunikasi karyawan dan kerjasama antar tim.

Fitur ini pun menuai kritikan, mereka menunjukkan dalam sebuah video demo di mana alat tersebut dapat menunjukkan aktivitas pekerja beberapa hari di periode 28 hari pekerja (yang diidentifikasi dengan nama) seperti mengirim email, menggunakan obrolan, memposting di jejaring sosial Yammer atau menyertakan sebutan di email. Data ini terlihat secara default, meski masukan tersebut dapat dinonaktifkan.

Dilansir detiKINET dari Engadget, Rabu (2/12/2020) menanggapi kritikan tersebut, Wakil Presiden Microsoft 365 Jared Spataro mengatakan akan menghapus nama pengguna dari Skor Produktivitas. Sebaliknya ukuran komunikasi, rapat, kolaborasi konten, kerja tim dan mobilitas di Skor Produktivitas hanya akan mengumpulkan data di tingkat organisasi.

"Dengan demikian, tidak seorang pun di organisasi yang dapat menggunakan Skor Produktivitas untuk mengakses data tentang bagaimana pengguna individu menggunakan aplikasi dan layanan di Microsoft 365," katanya.

Tiga faktor lain yang dipantau Skor Produktivitas adalah kesehatan aplikasi Microsot 365, konektivitas jaringan, dan analitik titik akhir yang tidak ditautkan ke nama pengguna dalam hal apa pun.

Menurut Spataro, skor tersebut menggunakan pengenal tingkat perangkat untuk membantu departemen TI mengidentifikasi dan mengatasi berbagai masalah dengan dukungan teknis proaktif.

Spataro mencatat bahwa alat tersebut tidak dirancang untuk menilai produktivitas pengguna individu. Alat itu seharusnya berpusat pada adopsi teknologi dalam suatu organisasi.

"Microsoft berencana untuk mengklarifikasi hal itu di antarmuka pengguna dan meningkatkan pengungkapan privasi kami di produk untuk memastikan bahwa admin TI tahu persis apa yang kami lakukan dan tidak kami lacak," jelasnya.



Simak Video "Microsoft Akan Genjot Bukalapak Rp 1,46 T"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)