Microsoft 365 Bisa Dipakai untuk Mata-Matai Karyawan?

Microsoft 365 Bisa Dipakai untuk Mata-Matai Karyawan?

Josina - detikInet
Rabu, 02 Des 2020 11:10 WIB
NEW YORK, NY - MAY 2: The Microsoft logo is illuminated on a wall during a Microsoft launch event to introduce the new Microsoft Surface laptop and Windows 10 S operating system, May 2, 2017 in New York City. The Windows 10 S operating system is geared toward the education market and is Microsofts answer to Googles Chrome OS. (Photo by Drew Angerer/Getty Images)
Foto: Drew Angerer/Getty Images
Jakarta -

Bagi perusahaan, memantau karyawan ada untung dan ruginya. Keuntungannya, perusahaan dapat mengetahui jika adanya kekurangan produktivitas dari seorang karyawan dan menindaklanjutinya agar lebih baik lagi.

Namun, kerugiannya pastinya orang-orang pada umumnya tidak suka dimata-matai karena melanggar privasi. Dilansir detiKINET dari Ubergizmo, Rabu (2/12/2020) jika perusahaan menggunakan aplikasi Microsoft 365, ada kemungkinan mereka dapat memata-matai kegiatan karyawan selama ini.

Sebabnya menurut laporan dari The Guardian mereka mengungkapkan bahwa salah satu fitur dari Microsoft 365 memiliki kemampuan di mana perusahaan dapat memantau dan mematai-matai karyawannya. Fitur tersebut hadir dalam bentuk 'skor produktivitas' di mana manajemen dapat memantau karyawan untuk melihat seberapa produktif mereka.

Peneliti Wolfie Christl mengklaim bahwa ini adalah masalah, karena menilai karyawan berdasarkan metrik secara sepihak murni. Hal ini dinilai kurang akurat dibandingkan dengan kualitas pekerjaan mereka yang sebenarnya.

Misalnya saja bagi sebagian orang mungkin mereka bisa bekerja cepat dan memiliki lebih banyak waktu luang yang seolah mereka terlihat tidak produktif.

Sementara ada orang lain bisa membutuhkan waktu lebih lama dalam bekerja, tetapi mereka melakukannya karena mereka ingin memastikan kualitas terbaik. Sehingga kedua cara kerja tersebut merupakan sifat yang tak dinilai dengan menggunakan fitur dari Microsoft 365.

Meskipun demikian, fitur tersebut tidak selalu digunakan perusahaan untuk melacak dan memantau produktivitas karyawan mereka. Namun faktanya bahwa fitur tersebut telah menimbulkan beberapa kekhawatiran soal privasi.



Simak Video "Microsoft Akan Genjot Bukalapak Rp 1,46 T"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)