Keamanan Berlapis, Gojek Dukung UMKM Nyaman Berbisnis

Keamanan Berlapis, Gojek Dukung UMKM Nyaman Berbisnis

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 18 Sep 2020 15:56 WIB
Gojek
Foto: dok. Gojek
Jakarta -

Inisiatif #AmanBersamaGojek diklaim membuat mitra driver dan mitra merchant di ekosistem Gojek semakin merasa aman memperoleh pendapatan di platform digital.

Hal ini diungkap Gojek dalam diskusi virtual #AmanBersamaGojek, Jumat (18/9/2020). Disebutkan Gojek, keamanan mitra menjadi poin penting di tengah meningkatnya migrasi pelaku usaha dari offline ke online semasa pandemi COVID-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Chief Information Security Officer (CISO) Gojek Group George Do mengatakan, pihaknya terus memperkuat keamanan sistem dengan melakukan berbagai update inovasi teknologi di bawah payung Gojek SHIELD sesuai inisiatif #AmanBersamaGojek.

"Inovasi ini dilakukan secara menyeluruh di platform mitra driver dan mitra merchant, agar Gojek dapat terus memberikan layanan yang terbaik. Apalagi kini masyarakat semakin bergantung pada layanan digital untuk kebutuhan sehari-hari selama masa pandemi," ujarnya.

Dia menambahkan, dengan platform yang semakin aman, mitra bisnisnya bisa berusaha dengan lebih tenang tanpa perlu khawatir dari sisi keamanan digitalnya.

"Kami percaya dengan keamanan platform yang semakin canggih, dampak positif yang dihasilkan Gojek bisa semakin meluas terutama di tengah pandemi," ujarnya.

Rasa aman tersebut tercermin dari hasil riset terbaru yang dilakukan Gojek kepada para mitra ekosistemnya. Riset tersebut mengungkapkan, mayoritas mitra driver (92%) menilai akun mitra driver mereka kini lebih aman, salah satunya dengan adanya fitur verifikasi wajah.

Tak hanya itu, mitra driver juga merasa bahwa keamanan fisiknya lebih terjamin di masa pandemi dengan adanya protokol J3K (Keamanan, Kesehatan dan Kebersihan), ditambah sistem suspensi transparan yang membantu mereka beraktivitas dengan nyaman.

gojekDiskusi virtual #AmanBersamaGojek. Foto: Screenshot

Kepercayaan terhadap keamanan platform juga ditunjukkan oleh mayoritas mitra merchant GoFood (93%) yang merasa aman dalam memanfaatkan GoBiz sebagai platform untuk berjualan dan pembayaran non-tunai.

Tiga aspek utama yang membuat mitra merchant tenang berusaha dengan menggunakan GoBiz adalah keamanan pembayaran, keamanan data usaha, serta keleluasaan dalam pengelolaan mandiri akun GoBiz.

Selain penambahan fitur verifikasi wajah di aplikasi mitra driver, inovasi keamanan juga ditambahkan Gojek di platform GoBiz untuk mitra merchant.

Platform ini telah dilengkapi fitur verifikasi PIN, OTP (kode rahasia One Time Password), dan fitur 'Kelola Pengguna GoBiz' untuk melindungi data pribadi usaha mitra merchant.

Tak hanya itu, calon mitra juga bisa menjadi mitra usaha Gojek dengan aman dan mudah tanpa perantara melalui fungsi terbaru yaitu Daftar Mandiri GoBiz. Dengan fitur ini, calon mitra merchant bisa langsung registrasi, verifikasi dan aktivasi akunnya dalam satu genggaman.

Lebih jauh lagi, Gojek juga meningkatkan kapabilitas sumber daya manusianya di bidang keamanan digital dengan menambah jajaran pemimpin senior dengan keahlian mendalam di bidang keamanan cyber serta pengalaman global di industri teknologi.

Head of IT Governance, Risk and Compliance, Information Security Gojek Ganesha Saputra menyebutkan, usaha Gojek tidak berhenti di teknologi saja. Platform ini terus melakukan edukasi komprehensif kepada mitra driver, mitra merchant, dan masyarakat.

"Edukasi dilakukan melalui berbagai kanal komunikasi milik perusahaan dan kanal eksternal seperti sosial media dan webinar publik, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti Kementerian Kominfo dan Siberkreasi. Edukasi ini penting mengingat literasi digital masyarakat Indonesia yang masih rendah dan berbanding terbalik dengan penggunaan aplikasi digital yang makin meningkat," sebutnya.

Peneliti dari Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada Tony Seno Hartono mendukung pernyataan tersebut. Menurutnya, kejahatan digital yang berbasis manipulasi psikologis kian marak terjadi di masa pandemi.

"Tipe manipulasi psikologis ini tidak memanfaatkan kerentanan sistem namun memanfaatkan kelengahan dan kelemahan kompetensi digital si pengguna teknologi," ujarnya.

"Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang bermigrasi ke online, maka para pelaku manipulasi psikis ini pun mengincar mereka. Sehingga, sangat penting untuk melakukan edukasi yang terus menerus dan konsisten supaya individu serta para pelaku usaha pengguna teknologi bisa memahami dan menghindari tipe penipuan seperti ini," tutupnya.



Simak Video "Telkom Buka Suara Terkait Kabar Investasi ke Gojek"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)
Debat Capres AS