Spammer Bikin Ulah, ISP Meraup Untung
- detikInet
Jakarta -
Pemilik Internet Service Provider (ISP) yang berbasis di Amerika Serikat, CIS Internet Service, berhasil memenangkan uang senilai US$ 11,2 miliar (US$ 1 = Rp 9.527, sumber: detik.com) dari para spammer.Sebelumnya ISP tersebut selalu menerima jutaan e-mail tidak jelas dari para spammer berisi iklan perceraian, layanan hutang, pornografi, dan juga situs-situs judi.Keputusan tersebut mewarnai tuntutan yang sudah diajukan sejak 2003 oleh Robert Kramer III, pemilik CIS Internet Service, terhadap James McCalla.Kramer mengajukan tuntutan terhadap McCalla dan spammer lain dan mengklaim bahwa mereka (spammer-red) telah mengirimkan lebih dari 280 juta e-mail spam secara ilegal ke dalam jaringan CIS.Dibawah peraturan undang-undang, Kramer meminta penggantian uang sebesar US$ 10 untuk setiap e-mail yang dikirimkan. Alhasil para spammer tersebut diganjar denda sebesar US$ 11,2 miliar oleh pengadilan distrik Amerika.Menurut Coalition Against Unsolicited Commercial Email (COUCE), banyaknya jumlah e-mail sampah tersebut telah mengacaukan bahkan mematikan ISP di Amerika.Graham Cluley, Senior Technology Consultant, Sophos juga menerima keputusan tersebut dengan mengatakan spam bukan hanya mengesalkan bagi para pengguna komputer, tetapi juga ISP. Pasalnya, mereka juga harus membayar bandwidth untuk menyimpan serta mengirimkan ratusan juta pesan tidak jelas tersebut. Demikian dikutip detikinet dari Techtree Senin (9/1/2005).
(ien/)