Bursa Saham Selandia Baru Pulih Usai Serangan Cyber

Bursa Saham Selandia Baru Pulih Usai Serangan Cyber

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 28 Agu 2020 16:25 WIB
NZX
Serangan Cyber Lumpuhkan Bursa Saham Selandia Baru. Foto: CNBC
Jakarta -

Bursa saham Selandia Baru (NZX) kembali melakukan perdagangan pada hari ini, Jumat (28/8/2020) waktu setempat setelah sempat lumpuh karena serangan cyber di awal pekan.

Sebelumnya, perdagangan di NZX Main Board, NZX Debt Market dan Fonterra Shareholders' Market dihentikan sementara waktu. Operator NZX mengatakan, bursa baru akan dibuka kembali menyusul langkah-langkah yang diterapkan untuk menjaga sistem konektivitas.

Meski berangsur pulih, akses ke website NZX dilaporkan masih terputus-putus sejak pukul 09.52 waktu bursa. NZX mengatakan pasar akan melanjutkan perdagangan pada pukul 13.00 siang waktu setempat. Indeks utama NZX 50 dilaporkan turun 0,24%.

Menteri Keuangan Selandia Baru Grant Robertson mengatakan, pemerintah menyadari situasi tersebut dan telah mengarahkan Biro Keamanan Komunikasi Pemerintah (GCSB) untuk memberikan bantuan kepada NZX.

"Ada batasan terkait yang dapat saya katakan hari ini tentang tindakan yang diambil pemerintah di belakang layar karena pertimbangan keamanan yang signifikan," kata Robertson seperti dikutip dari CNBC.

Dikatakannya National Cyber Security Center, yang merupakan bagian dari GCSB dan membantu operator bursa dan Sistem Keamanan Nasional, telah diaktifkan untuk memastikan koordinasi antar lembaga dan mendukung NZX.

"Saya tidak bisa membahas lebih dalam tentang detail spesifik, selain mengatakan bahwa kami sebagai pemerintah memperlakukan ini dengan sangat serius. Kami menyadari dampak yang ditimbulkan dan itulah sebabnya kami mengarahkan GCSB untuk membantu NZX dalam situasi ini," kata Robertson.

NZX melaporkan adanya serangan DDoS (distributed denial of service) dari luar negeri pada penyedia layanan jaringannya, Selasa (25/8) dan Rabu (26/8).

Serangan ini tentu saja membuat NZX kelabakan karena mengganggu perdagangan di kedua hari tersebut. Pada hari Kamis (27/8), perdagangan terpaksa kembali dihentikan karena masalah konektivitas jaringan terkait serangan cyber sebelumnya.

Untuk diketahui, serangan DDoS adalah salah satu bentuk serangan cyber paling sederhana untuk dijalankan, namun bisa membuat target kerepotan. Serangan ini melibatkan pengiriman arus informasi dan lalu lintas internet yang deras, biasanya dengan bantuan jaringan komputer yang diretas, untuk membanjiri sistem target.

Mau belajar lebih banyak soal serangan cyber? Baca informasinya di sini.



Simak Video " Inggris Uji Coba Layanan Ambulans 'Iron Man'"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)