TikTok Diam-diam Kumpulkan Data Pengguna Ponsel Android

TikTok Diam-diam Kumpulkan Data Pengguna Ponsel Android

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 12 Agu 2020 22:35 WIB
aplikasi tiktok
TikTok Diam-diam Kumpulkan Data Pengguna Ponsel Android (Foto: Unsplash/Kon Karampelas)
Jakarta -

TikTok diam-diam mengumpulkan alamat MAC pengguna tanpa izin lewat aplikasi Android-nya. Hal ini diketahui melanggar kebijakan Google yang telah ditetapkan sejak tahun 2015.

Dikutip detikINET dari Business Insider, Rabu (12/8/2020) laporan dari Wall Street Journal menyebutkan aplikasi TikTok di Android melacak alamat MAC yang merupakan identifikasi unik tiap perangkat yang tidak bisa di-reset.

Dengan melacak alamat ini, perusahaan induk TikTok, ByteDance, bisa melacak pengguna meski mereka telah mengubah pengaturan privasi untuk keluar dari praktek pelacakan iklan.

Setelah meneliti aplikasi TikTok versi lawas, WSJ menemukan bahwa platform video pendek ini telah mengumpulkan alamat MAC selama 15 bulan. Tapi praktek ini berhenti setelah TikTok mengeluarkan update pada November lalu.

Dalam keterangan resminya, TikTok juga menekankan bahwa mereka tidak lagi mengumpulkan alamat MAC pengguna.

"Kami berkomitmen untuk melindungi privasi dan keamanan komunitas TikTok. Kami terus memperbarui aplikasi untuk mengikuti tantangan keamanan yang terus berubah, dan versi terkini TikTok tidak mengumpulkan alamat MAC," kata juru bicara TikTok.

"Kami selalu mendorong pengguna kami untuk mengunduh versi terbaru TikTok," sambungnya.

Google sendiri sejak tahun 2015 sudah melarang pengembang aplikasi untuk mengumpulkan alamat MAC pengguna. Tapi TikTok diduga memanfaatkan celah yang ada dan menutup jejaknya dengan lapisan enkripsi tambahan.

"Kami sedang menyelidiki klaim ini," kata juru bicara Google menanggapi kabar ini.

Laporan dari WSJ ini datang di saat TikTok sedang menghadapi banyak masalah di Amerika Serikat. Minggu lalu, Presiden Donald Trump menerbitkan perintah eksekutif yang akan melarang TikTok beroperasi di AS dengan melarang perusahaan AS untuk berbisnis dengan ByteDance.

Pemerintahan Trump menganggap TikTok sebagai ancaman terhadap keamanan nasional dan kekhawatiran data pengguna asal AS akan diberikan kepada pemerintah China. TikTok telah berulang kali membantah tuduhan tersebut.



Simak Video "ByteDance Tegaskan TikTok Tidak Dijual ke Microsoft atau Oracle"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)