Serangan DDoS Naik 3 Kali Lipat Selama Pandemi

Serangan DDoS Naik 3 Kali Lipat Selama Pandemi

Adi Fida Rahman - detikInet
Selasa, 11 Agu 2020 22:39 WIB
kejahatan cyber
Serangan DDoS Naik 3 Kali Lipat Selama Pandemi (Foto: Internet)
Jakarta -

Kendati di tengah Pandemi COVID-19, serangan DDoS tidak surut. Bahkan sepanjang April hingga Juni kemarin mengalami peningkatan tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Demikian terungkap dalam laporan keamanan Kaspersky sepanjang Q2 2020. Hasil riset tersebut melihat peningkatan yang terjadi ada kaitannya dengan wabah virus Corona.

Sejak pandemi melanda membuat banyak orang merasa khawatir bila harus berpergian. Bila pun akhirnya pergi, kebanyakan menghabiskan liburnya dengan staycation. Tidak sedikit pula yang kemudian membatalkan rencana liburan yang telah dijadwalkan.

Perubahan rencana liburan tersebut nyatanya memiliki konsekuensi peningkatan jumlah serangan DDoS. Jumlah serangan yang terdeteksi dan diblokir oleh Kaspersky DDoS Protection pada Q2 2020 meningkat sebanyak 217% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2019. Angka tersebut sedikit meningkat dibandingkan dengan kuartal pertama tahun ini.

Hasil tersebut rupanya bertentangan dengan tren tahunan yang biasanya ditemukan oleh para peneliti Kaspersky. Biasanya, jumlah serangan DDoS bervariasi tergantung pada musim.

Awal tahun biasanya akan ditemukan jumlah DDoS yang lebih tinggi, karena ini adalah musim puncak untuk bisnis, dan di akhir musim semi dan musim panas jumlah serangan mulai berkurang. Misalnya, jumlah serangan pada Q2 2019 turun 39% dibandingkan dengan Q1 2019, dan pada tahun 2018 perbedaan antara dua kuartal adalah 34%.

Tren ini tercermin dalam jumlah perintah yang diterima bot dari server C&C, yang dicegat dan dianalisis oleh sistem Kaspersky DDoS Intelligence. Secara umum, jumlah rata-rata serangan yang tercatat setiap hari di kuartal kedua meningkat hampir 30% dibandingkan dengan apa yang terjadi di Q1.

Selain itu, jumlah serangan terbesar per hari yaitu hampir mencapai 300 terdapat di Q2 (terdaftar pada 9 April), sedangkan di Q1 2020, sistem mencatat rekor sebanyak 242 serangan.

"Tahun ini, orang-orang belum dapat menikmati musim liburan yang normal karena banyak daerah telah memberlakukan tindakan penguncian COVID-19. Hal ini membuat orang lebih banyak bergantung pada sumber daya online daripada biasanya baik untuk aktivitas pribadi maupun pekerjaan, sekaligus menjadikan musim panas ini periode yang cukup sibuk bagi bisnis daring dan sumber informasi," papar Alexey Kiselev, Business Development Manager di tim Kaspersky DDoS Protection.

Hasilnya, kami melihat aktivitas yang belum pernah terjadi sebelumnya di area DDoS. Dan sejauh ini, masih belum terdapat alasan untuk memprediksi akan terjadi penurunan," imbuhnya.

Untuk membantu organisasi melindungi diri dari serangan DDoS, Kaspersky merekomendasikan langkah-langkah berikut:

1. Mengorganisir operasi sumber daya web dengan menugaskan spesialis yang memahami cara menanggapi serangan DDoS. Diharapkan mereka juga harus memiliki kesiapan untuk merespon di luar jam kerja, selama malam hari dan akhir pekan

2. Validasi perjanjian pihak ketiga dan informasi kontak - termasuk yang dibuat dengan penyedia layanan internet. Ini membantu tim mengakses perjanjian dengan cepat jika terjadi serangan

3. Menerapkan solusi holistik dan profesional akan melindungi organisasi dari serangan DDoS. Solusi Kaspersky DDoS Protection menggabungkan keahlian Kaspersky yang luas dalam memerangi ancaman dunia maya dan perkembangan internal perusahaan yang unik.



Simak Video "Tips Cegah Kejahatan 'Phising' Bagi UMKM di Masa Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/fay)