Kumpulan Kasus Heboh Teknologi, PS Store sampai Kebocoran Data Tokped

Kumpulan Kasus Heboh Teknologi, PS Store sampai Kebocoran Data Tokped

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 31 Jul 2020 06:06 WIB
Putra Siregar, pemilik PS Store yang dijadikan tersangka kasus hp ilegal.
Kasus PS Store adalah salah satu isu yang bikin geger. Foto: Dok. Instagram/putrasiregarr17
Jakarta -

Sejak awal tahun 2020, banyak hal terjadi, termasuk kejadian menghebohkan di dunia teknologi. Setelah baru-baru ini gempar dengan PS Store, ternyata ini bukanlah kasus seputar teknologi di Indonesia yang menggemparkan.

Setidaknya, detikINET sudah merangkum empat kasus yang bikin geger jagat teknologi:

1. PS Store

Kasus PS Store milik Putra Siregar yang terjadi baru-baru ini menyeretnya ke ranah hukum. Pasalnya, Putra Siregar terbukti tidak bisa membuktikan dokumen kepabeanan terhadap 190 unit HP yang masuk di Indonesia.

Dengan begitu, Putra Siregar melanggar pasal 103 huruf D UU No 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan. Ancamannya pun sangat serius yaitu penjara maksimal 8 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar. Kendati demikian, Putra Siregar menjadi tahanan kota dengan membayar jaminan Rp 500 juta. Dia dikenai wajib lapor 2 kali seminggu.

2. Data pengguna Tokopedia bocor

E-commerce raksasa Tokopedia kebobolan. Sebanyak 91 juta data pengguna Tokopedia bocor pada Mei 2020 dan bisa di-download secara bebas.

Data tersebut beredar setelah salah satu anggota grup Facebook terkait keamanan siber membagikan link untuk mendownload puluhan juta data tersebut. Data tersebut sebelumnya dijual dengan harga USD 5000 di sebuah marketplace di dark web.

Nuraini Razak, VP of Corporate Communication, Tokopedia, pihak Tokopedia sudah menyadari ada pihak ketiga yang memposting informasi data pengguna mereka di media sosial dan forum internet. Pihaknya juga mengaku sudah melapor ke pihak kepolisian.

"Kami ingin menegaskan bahwa ini bukanlah upaya pencurian data baru dan informasi password pengguna Tokopedia tetap aman terlindungi di balik enkripsi. Kami telah melaporkan hal ini ke pihak kepolisian dan juga mengingatkan seluruh pihak untuk menghapus segala informasi yang memfasilitasi akses ke data yang diperoleh melalui cara yang melanggar hukum," tambah Nuraini.

3. Situs Seskoad Di-hack

Website Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) kena hack. Situs ini sempat mengalami deface dan warnanya menjadi hitam dengan pemandangan alam semesta beserta bintang.

Tertera juga tulisan, kemungkinan nama samaran hacker yang menjadi biang kerok.

"Pwndz By Pray666host. sh0utz: xNgaMbaY - DENNI5.ID - HunterSec - ./AkatsuChan - ./Traccert - Al Catraz. Thanks To: AlterExploit | IndoExCode," begitu tulisan dari hacker.

4. Kebocoran data Denny Siregar

Duel antara Denny Siregar dan akun @Opposite6891 di Twitter sempat heboh. Pada Minggu 5 Juli 2020 sore, akun @opposite6891 dengan sengaja membocorkan data pribadi Denny Siregar. Denny berkicau di Twitter dan ramai menjadi perhatian netizen di Indonesia. Dia mengeluhkan kejadian kebocoran data pribadinya yang diungkapkan akun @Opposite6891.

Kasus ini merembet ke ranah hukum karena kebocoran data merupakan hal yang tak bisa dianggap sepele.

Senior Vice President Corporate Secretary Telkomsel, Andi Agus Akbar mengatakan Telkomsel melakukan investigasi internal. Mereka menemukan ada akses data tanpa izin.

"Jadi setelah ada ramai-ramai, dari Telkomsel mengadakan investigasi, kenapa ini terjadi. Kita mengenali ada akses tanpa hak dari searching di Grapari Rumpung," kata Andi Agus. Kemudian dengan temuan itu, Telkomsel pun melapor ke polisi.

(ask/rns)