Duh! Penelepon Misterius Mulai Teror Netizen Lewat WhatsApp

Duh! Penelepon Misterius Mulai Teror Netizen Lewat WhatsApp

Adi Fida Rahman - detikInet
Selasa, 21 Jul 2020 22:37 WIB
Portrait of young woman on the street wearing  face protective mask to prevent Coronavirus and anti-smog and using smartphone
Penelepon Misterius Mulai Teror Netizen Lewat WhatsApp (Foto: Getty Images/filadendron)
Jakarta -

Belakangan banyak netizen mengeluhkan makin seringnya menerima panggilan dari nomor tidak dikenal ke ponsel mereka, bahkan ada yang lewat WhatsApp call.

Seperti dialami Lukman, tanpa menaruh curiga dia mengangkat panggilan audio WhatsApp. Ketika diangkat sang penelpon adalah telemarketing yang menawarkan pinjaman tanpa anggunan.

"Mengatasnamakan Halodoc dan bilang dapat promo asuransi. Nanya nama, TTL dan akhirnya nomor KTP. Istri curiga pas ditanya nomor KTP, dan langsung menyudahi telpon," tulis Mouldie. Cerita yang mirip dialami istri dari tech reviewer Mouldie Satria. Lewat tweetnya Mouldie menceritakan kalau sang istri mendapat telpon tidak dikenal. Mengejutkan si penelpon sudah mengetahui namanya.

Apakah makin maraknya penelopon tak dikenal 'menghantui' masyarakat Indonesia terkait kebocoran data e-Commerce yang terjadi di Tanah Air? detikINET coba menanyakan pada pengamat keamanan dari Vaksincom Alfons Tanujaya.

Menurutnya ini lebih terkait pada kebocoran data dari sesama telemarketer yang dengan mudah membagikan database. Selain itu pelaku bisnis yang memiliki data pelanggan juga tanpa merasa bersalah membagikan data pelanggannya kepada pihak lain, baik dengan alasan baik atau tidak baik.

"Ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia belum memiliki kesadaran bahwa data pelanggan itu adalah hak pelanggan dan bukan haknya dan dia tidak boleh membagikan data tersebut tanpa persetujuan pelanggan," papar Alfons.

"Malah banyak yang enteng saja membagikan data pelanggan atau data yang dikelolanya. Yang seharusnya dijaga dengan baik malah sebaliknya, disebar," lanjutnya.

Alfons meningatkan masyarakat untuk berhati-hati dan paranoid bila saat ditelpon meminta data sensitif. Disarankannya untuk memanfaatkan aplikasi crowdsourcing untuk mengidentifikasi spammer.

Masyarakat pun bisa berpartisipasi melakukan tag pada nomor spammer dan memberikan nama yang informatif. Sehingga ketika nomor tersebut melakukan aksinya ke orang lain langsung ketahuan.

"Kalau di WhatsApp fasilitasnya sudah tersedia. Kalau ada yang tahu-tahu kirim iklan, spam atau scam bisa langsung block dan report," pungkas Alfons.



Simak Video "Fitur 'Last Seen, Online, Typing' Hilang, WhatsApp Puncaki Trending"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/fay)