Akun Twitter Donald Trump Tak Ikut Diretas, Kok Bisa?

Akun Twitter Donald Trump Tak Ikut Diretas, Kok Bisa?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 17 Jul 2020 15:10 WIB
A 3D-printed logo for Twitter is seen in this picture illustration on January 26, 2016.  REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo
Foto: Reuters
Jakarta -

Banyak akun Twitter milik orang terkenal menjadi korban peretasan, namun akun milik Presiden AS Donald Trump tak masuk dalam daftar tersebut. Kok bisa?

Padahal, korban peretasan itu tak kalah tenar dibanding Trump, seperti mantan presiden AS Barack Obama, Joe Biden, Elon Musk, dan Bill Gates. Akun milik Trump bisa selamat karena Twitter menambahkan perlindungan tambahan pada akun tersebut.

Dilansir The New York Times, Jumat (17/7/2020), Twitter menambahkan perlindungan ekstra untuk akun Trump setelah beberapa insiden yang terjadi sebelumnya. Informasi ini berasal dua sumber anonim, seorang pejabat White House dan seorang pegawai Twitter.

Tak dijelaskan insiden yang dimaksud, namun kemungkinan yang dimaksud adalah kejadian pada 2 November 2017, di mana ada seorang pegawai Twitter yang mematikan akun milik Trump pada hari terakhirnya di Twitter. Akun Trump itu aktif kembali 11 menit kemudian.

Sehari setelah kejadian tersebut, Twitter mengaku mengimplementasikan perlindungan tambahan agar kejadian serupa tak terjadi kembali. Sementara menurut Wall Street Journal, saat itu Twitter sudah membatasi jumlah pegawainya yang bisa mengakses akun Trump.

Para pegawai Twitter itu bisa mematikan akun, namun mereka tak bisa 'menyusupkan' kicauan lewat akun tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Twitter menyebut peretasan terhadap akun Bill Gates dan sejumlah orang terkenal lain terjadi karena sistem internal mereka dibobol oleh hacker, dan memastikan bahwa peretasan ini tidak akan bisa terjadi tanpa akses kepada tools milik perusahaan dan akses pegawai.

"Kami mendeteksi apa yang kami percayai sebagai serangan rekayasa sosial terkoordinasi oleh orang yang telah sukses menargetkan beberapa pegawai kami yang memiliki akses kepada sistem dan tools internal," tulis Twitter Support dalam cuitannya.



Simak Video "Bos Twitter akan Uji Coba Layanan Berbayar di Platform-nya"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)