'TikTok Tak Lebih Berbahaya dari Facebook dkk'

'TikTok Tak Lebih Berbahaya dari Facebook dkk'

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 14 Jul 2020 22:05 WIB
Meme TikTok PUBG
Foto: Twitter
Jakarta -

Belakangan muncul banyak seruan untuk tak menggunakan TikTok karena dianggap banyak mencuri data pribadi. Sebenarnya, apakah TikTok memang berbahaya?

Seruan ini salah satunya muncul dari Menteri dalam Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, yang menyerukan kemungkinan pemerintah AS bakal memblokir TikTok. Lalu sejumlah perusahaan pun sudah mulai melarang pegawainya untuk menggunakan aplikasi asal China tersebut.

Namun menurut pakar keamanan siber, TikTok tak lebih berbahaya ketimbang aplikasi media sosial seperti Facebook dan lainnya. Richard Forno, direktur program cybersecurity di University of Maryland menyebut TikTok tak lebih berbahaya ketimbang Facebook ataupun aplikasi Google.

"Saya pikir TikTok tak berbeda jauh dibanding aplikasi media sosial lainnya, layanan ataupun platform. Saya pikir TikTok diserang karena hubungannya dengan China," ujar Forno.

Lalu ada juga ahli di ProPrivacy, sebuah lembaga advokasi privasi digital asal Inggris. Mereka menyebut kontroversi yang terjadi saat ini dengan TikTok adalah mereka dimiliki oleh perusahaan yang berbasis di Beijing, dan bukan perusahaan asal negara Barat.

TikTok dimliki oleh ByteDance, sebuah perusahaan asal China. Beberapa bulan belakangan beredar rumor yang menyebut pemerintah China menggunakan aplikasi tersebut untuk memata-matai semua penggunanya di seluruh dunia.

Namun TikTok juga punya pembelaan terhadap tuduhan ini. Juru bicara TikTok menyebut perusahaan tersebut dipimpin oleh CEO asal Amerika Serikat, dan mempunyai ratusan karyawan yang berasal dari Amerika Serikat.

"Kami tak punya prioritas lebih tinggi ketimbang mempromosikan pengalaman penggunaan aplikasi yang aman bagi semua pengguna kami. Kami tak pernah memberikan data pengguna ke pemerintah China, dan juga tak akan memberikannya jika diminta," ujarnya.

Saat ini TikTok menyimpan semua data penggunanya di Amerika Serikat dengan server cadangan yang berlokasi di Singapura, demikian dikutip detikINET dari Digital Trends, Selasa (14/7/2020).

Bahkan kalaupun TikTok memang memata-matai penggunanya, para ahli menyebut kalau semua aplikasi media sosial yang ada saat ini melakukan hal yang sama.

"Jika anda melihat aplikasinya, itu tak lebih baik atau buruk dari platform media sosial lainnya yang pernah punya masalah privasi besar selama satu dekade ke belakang," ujar Heather Federman, VP privacy and policy di BigID.

"Bedanya (TikTok) adalah aplikasi asal China. Dalam hal persepsi, hal itu tak terlihat bagus. Namun realitanya, ini adalah hal yang sama dengan aplikasi lainnya," tambahnya.



Simak Video "Pembuat Konten TikTok 'Masjid Tak Berakhlak' Diamankan Polisi!"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)