Data Pengguna Tersebar, IdEA: Tokopedia adalah Korban

Data Pengguna Tersebar, IdEA: Tokopedia adalah Korban

Anggoro Suryo Jati, Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 06 Jul 2020 17:52 WIB
Ignatius Untung, Ketum idEA
Ignatius Untung, Ketum idEA (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta -

Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) Ignatius Untung menyebut Tokopedia sebagai korban dalam kasus tersebarnya data pengguna Tokopedia di sejumlah forum dan media sosial.

Ignatius mengaku prihatin atas apa yang terjadi pada Tokopedia dan para penggunanya. Namun ia menekankan bahwa Tokopedia di kasus ini adalah korban.

"Menurut saya Tokopedia adalah korban dari tindakan para hacker ini. Jadi sudah jelas itu bukan kesalahan Tokopedia. Bisnis online itu adalah bisnis kepercayaan, sehingga masalah seperti ini pasti sudah diantisipasi sejak awal oleh setiap pelaku bisnis online," ujar Ignatius dalam pernyataan yang diterima detikINET.

Pihak IdEA mengaku selalu berkomunikasi dengan para pelaku ecommerce, terutama jika terjadi masalah peretasan data pengguna Tokopedia yang terjadi pada Mei lalu.

"Kami selalu berkomunikasi dengan para pelaku e-commerce, termasuk jika terjadi masalah peretasan data pengguna seperti yang terjadi pada Tokopedia. Sebagai sebuah asosiasi, penting bagi kami untuk mendapatkan informasi terkait dari anggota yang terdampat masalah ini," tambahnya.

"Kami sangat yakin Tokopedia bisa mengatasi hal tersebut, dan mendukung Tokopedia agar hal seperti ini tidak terjadi lagi. Tidak hanya kepada Tokopedia tapi juga kepada para pelaku e-commerce lainnya," tutup Ignatius.

Sebelumnya, pihak Tokopedia juga mengeluarkan pernyataannya mengenai tersebarnya data pengguna mereka secara bebas di forum dan media sosial.

Menurut Nuraini Razak, VP of Corporate Communication, Tokopedia, pihak Tokopedia sudah menyadari ada pihak ketiga yang memposting informasi data pengguna mereka di media sosial dan forum internet. Data yang diposting itu menurut Nuraini adalah data pelanggan mereka yang dicuri pada Mei lalu.

"Kami menyadari bahwa pihak ketiga yang tidak berwenang telah memposting informasi secara ilegal di media sosial dan forum internet terkait cara mengakses data pelanggan kami yang telah dicuri," katanya dalam keterangan yang diterima detikINET.

Lebih lanjut Nuraini mengaku sudah melaporkan hal ini ke pihak kepolisian dan mengingatkan semua pihak untuk menghapus semua informasi yang memfasilitasi akses ke data hasil curian tersebut. Ia juga memastikan kalau password pengguna Tokopedia tetap terjaga enkripsi.

"Kami ingin menegaskan bahwa ini bukanlah upaya pencurian data baru dan informasi password pengguna Tokopedia tetap aman terlindungi di balik enkripsi. Kami telah melaporkan hal ini ke pihak kepolisian dan juga mengingatkan seluruh pihak untuk menghapus segala informasi yang memfasilitasi akses ke data yang diperoleh melalui cara yang melanggar hukum," tambah Nuraini.



Simak Video "Tokopedia Jawab Soal Kebocoran 15 Juta Data Pengguna"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)