Kisah Penyusupan Polisi ke Jaringan Komunikasi Para Penjahat

Kisah Penyusupan Polisi ke Jaringan Komunikasi Para Penjahat

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 06 Jul 2020 09:40 WIB
Businesswoman on plane using smartphone with graph on screen.Business technology and travel concepts ideas
Foto: iStock
Jakarta -

EncroChat adalah perusahaan yang menyediakan jaringan komunikasi khusus, lengkap dengan ponselnya, yang selama ini menjadi andalan orang-orang yang membutuhkan jaringan komunikasi terenkripsi. Namun jaringan tersebut berhasil dijebol oleh pihak berwajib.

Ponsel buatan EncroChat harganya mencapai USD 1100, layaknya sebuah ponsel flagship. Namun ponsel tersebut jauh dari sebuah ponsel flagship, melainkan hanya sebuah ponsel Android tanpa kamera, mikrofon, dan GPS.

Namun memang bukan itu yang 'dijual' oleh EncroChat, karena ponsel itu punya sejumlah fitur keamanan yang rasanya cocok untuk orang yang benar-benar tak ingin pesannya disadap orang lain. Ponsel tersebut bisa mengirimkan dan menerima pesan terenkripsi, pesan yang bisa terhapus otomatis, serta fungsi 'panic wipe' yang bisa menghapus semua data di ponsel secara singkat.

Bahkan ponsel ini bisa menampilkan tampilan antarmuka layaknya OS Android biasa agar tak mencurigakan, dan baru masuk ke sistem EncroChat jika ingin mengakses fitur-fitur keamanannya.

Tak cuma harganya yang mahal, biaya berlangganannya pun sangat premium. Tarif perbulannya mencapai USD 1600, di mana penggunanya bisa mendapatkan cakupan jaringan secara global dengan tarif semahal itu.

National Crime Agency (NCA) milik Inggris menyebut EncroChat mempunyai 60 ribu pelanggan di seluruh dunia, dan kebanyakan penggunanya adalah kriminal alias penjahat. Mereka menggunakan jaringan komunikasi tersebut untuk menjual barang ilegal, pencucian uang, bahkan sampai merencanakan pembunuhan.

Namun meski punya keamanan tinggi, pihak berwajib di Prancis ternyata bisa meretas jaringan tersebut dan memasang sebuah software untuk menyadap komunikasi yang dilakukan oleh pengguna jaringan EncroChat. Lalu hasil penyadapan itu pun dibagikan semua badan keamanan di Eropa.



Dari informasi tersebut pula bisa terwujud sebuah operasi penegakan hukum terbesar dalam sejarah Inggris. Yaitu sebuah operasi yang berujung pada 746 penangkapan, penyitaan uang tunai sebanyak USD 68 juta, 77 senjata api, dan dua ton narkoba.

NCA juga menyatakan mereka menyita 28 juta pil Etizolam (Valium), 55 mobil super mewah, dan 73 jam tangan mewah. Mereka pun bekerja sama dengan kepolisian untuk menyetop perang antar geng yang biasanya berujung pada penculikan dan pembunuhan.

Sementara di Belanda, polisi melakukan 60 penangkapan, menyita 22 ribu pon kokain, 154 pon heroin, dan 3300 pon crystal methamphetamine, dan sejumlah narkoba jenis lain. Mereka juga sukses membongkar 19 laboratorium pembuat narkoba, dan lain sebagainya.

"Hal yang sebelumnya cuma bisa terjadi di film kini menjadi kenyataan. Kami menyadap pesan yang membuat kami bisa melihat kehidupan sehari-hari di dunia kriminal," ujar Andy Kraag, head of National Criminal Investigation Departement di Belanda.

EncroChat mulai diinvestigasi sejak 2017 saat kepolisian Prancis menemukan servernya di Lille, sebuah kota di utara Prancis. EncroChat pun memperingatkan penggunanya bahwa jaringan mereka sudah disusupi badan pemerintahan pada 13 Juni.

EncroChat sendiri mengaku sebagai perusahaan yang menawarkan produk legal, yaitu jalur komunikasi yang aman untuk orang yang membutuhkan, seperti pengacara, wartawan investigatif, dan lainnya. Namun pihak berwajib di Prancis menyebut 90% pelanggan EncroChat terlibat dalam aktivitas kriminal, dan kini EncroChat sudah ditutup.



Simak Video " Mengintip Fitur Keamanan Telegram"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/afr)