Langkah Baru Google untuk Jaga Privasi Pengguna

Langkah Baru Google untuk Jaga Privasi Pengguna

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 30 Jun 2020 18:17 WIB
MILAN, ITALY - NOVEMBER 06:  A general view of atmpsphere during the IF! Italians Festival at Franco Parenti Theater on November 6, 2015 in Milan, Italy.  (Photo by Pier Marco Tacca/Getty Images)
Langkah Baru Google untuk Jaga Privasi Pengguna (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Google punya sejumlah langkah baru untuk menjaga privasi dan keamanan informasi penggunanya. Berikut adalah sejumlah langkah baru tersebut.

Ada tiga aspek yang difokuskan Google terhadap dalam langkah baru ini, yaitu menjaga keamanan informasi, perlakuan yang bertanggung jawab terhadap informasi tersebut, dan memberikan kontrol penuh pada pengguna terhadap informasi pribadinya.

"Kami menerapkan beberapa perbaikan pengaturan privasi yang sejalan dengan prinsip tersebut," ujar Greg Fair, Product Manager Privacy, Product, and Service Google dalam sebuah konferensi video dengan sejumlah media, Selasa (30/6/2020).

Langkah yang akan dilakukan Google adalah:

  • Riwayat aktivitas pengguna otomatis dihapus
    Seperti sebelumnya diberitakan, riwayat aktivitas pengguna Google baru akan otomatis dihapus setelah 18 bulan. Sebenarnya fitur ini sudah ada sejak 2019, namun kini fitur tersebut akan aktif secara default. Pengguna juga bisa memilih jika untuk otomatis menghapus riwayat tersebut setelah tiga bulan atau 18 bulan. Namun penghapusan ini tak berlaku untuk produk seperti Gmail, Drive, dan Photos yang memang dirancang untuk menyimpan konten milik pengguna.
  • Mempermudah pengaturan privasi dan keamanan akun
    Pengguna bisa melakukan pengaturan keamanan dan privasi mereka langsung dari akun Googlenya.
    Caranya adalah dengan login ke akun Google, lalu lakukan pencarian dengan kata kunci seperti 'Pemeriksaan Privasi Google' dan 'Apakah Akun Google saya aman?'. Sebuah kotak akan muncul untuk menunjukkan setelan privasi dan keamanan sehingga pengguna pun dapat memeriksa atau menyesuaikannya dengan mudah.
  • Incognito mode yang lebih mudah diakses
    Google mengubah cara mengaktifkan mode incognito di sejumlah layanannya agar lebih mudah diakses. Yaitu dengan menekan lama foto profil pengguna di laman Search, Maps, dan YouTube.
    Namun untuk saat ini baru tersedia di Google App untuk iOS, dan akan segera hadir di Android dan sejumlah aplikasi lain.
  • Lebih banyak kontrol privasi yang proaktif
    Setiap tahun, lebih dari 200 juta orang mengunjungi Pemeriksaan Privasi. Google menambahkan rekomendasi yang bersifat proaktif, termasuk tips panduan untuk membantu pengguna dalam mengelola setelan privasi.

Google pun mengklaim sudah menggunakan teknologi keamanan paling canggih di dunia untuk melindungi privasi penggunanya. Salah satunya dengan memberikan perlindungan otomatis seperti Safe Browsing yang diklaim melindungi 4 miliar perangkat dari ancaman phishing dan malware setiap harinya.

Google juga menyebut sudah ada 100 juta orang yang menggunakan fitur Password Check, dan berdampak pada penurunan pembobolan data yang berkurang 30%. Google menyebut fitur ini efektif untuk mengamankan data pengguna yang tak cuma tersimpan di Google.



Simak Video "Jaga Privasi Pengguna, Google Luncurkan Beberapa Fitur Pembaharuan"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)