Google Hapus Lebih dari 2,7 Miliar Iklan Buruk di 2019

Google Hapus Lebih dari 2,7 Miliar Iklan Buruk di 2019

Josina - detikInet
Jumat, 01 Mei 2020 02:42 WIB
FILE PHOTO: An illuminated Google logo is seen inside an office building in Zurich September 5, 2018. REUTERS/Arnd WIegmann/File Photo
Google Hapus Lebih dari 2,7 Miliar Iklan Buruk di 2019. (Foto: Arnd WIegmann/Reuters)
Jakarta -

Dalam blog resminya Google mengungkapkan telah memblokir dan menghapus 2,7 miliar iklan yang dianggap buruk pada tahun 2019. Selain itu Google juga menangguhkan sekitar 1 juta akun pengiklan karena telah melanggar kebijakan.

Ini adalah upaya Google untuk melindungi pengguna di masa-masa penting selama pandemi COVID-19.

"Kami telah memantau dengan cermat perilaku pengiklan untuk melindungi pengguna dari iklan yang mencari keuntungan di saat krisis saat ini," tulis Scott Spencer, Wakil Presiden Google untuk privasi dan keamanan iklan dalam blognya yang dikutip detikINET dari CNET.

"Ketika situasi berevolusi, kami melihat ada lonjakan tajam dalam iklan palsu untuk produk dalam permintaan seperti masker wajah." tambahnya.

Dijelaskan iklan-iklan ini telah mempromosikan produk yang terdaftar secara signifikan dengan harga di atas pasar, lalu juga memberikan informasi salah tentang kualitas produk untuk menipu orang agar mau melakukan pembelian atau ditempatkan oleh pedagang yang tidak pernah memenuhi pesanan.

Google mengatakan memiliki gugus tugas COVID-19 yang menciptakan teknologi pendeteksi baru untuk membantu menghentikan oknum-oknum jahat.

Perusahaan juga telah memblokir dan menghapus puluhan juta iklan terkait virus Corona dalam beberapa bulan terakhir karena telah melakukan pelanggan kebijakan seperti pemasangan harga produk serta informasi yang menyesatkan.

Di sisi penerbit, Google juga telah menarik steker di lebih dari 1,2 juta akun dan menyingkirkan iklan lebih dari 21 juta halaman website dari jaringan penerbitnya karena melanggar kebijakan Google.

Angka ini naik tahun pada tahun 2018 di mana ada 2,3 miliar iklan buruk yang diblokir Google. Karena kemampuannya untuk mendeteksi tren dan pola di antara scammer telah meningkat, perusahaan mencatat, telah mampu merespons dengan teknologi baru yang dirancang untuk menghentikan ancaman yang mengancam.

Google mengatakan juga memblokir lebih dari 35 juta iklan phishing tahun lalu.



Simak Video "Anak Google di Rusia Terancam Bangkrut"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)