Awas! Scam 'hot or not' Ini Bisa Ambil Alih PC Anda

Awas! Scam 'hot or not' Ini Bisa Ambil Alih PC Anda

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 29 Apr 2020 22:10 WIB
FORT LAUDERDALE, FL - MARCH 07:  Lt. Mike Baute from Floridas Child Predator CyberCrime Unit talks with people on instant messenger during the unveiling of a new CyberCrimes office March 7, 2008 in Fort Lauderdale, Florida. One of the people on the other side of the chat told Lt. Baute, who is saying he is a 14-year-old girl, that he is a 31-year-old male and sent him a photograph of himself. According to current statistics, more than 77 million children regularly use the Internet. The Federal Internet Crimes Against Children Task Force says Florida ranks fourth in the nation in volume of child pornography. Nationally, one in seven children between the ages of 10 and 17 have been solicited online by a sexual predator.  (Photo by Joe Raedle/Getty Images)
Foto: Gettyimages
Jakarta -

Peneliti keamanan di Proofpoint menemukan aktivitas serangan baru yang menggunakan trojan jadul berusia 15 tahun bernama Hupigon, dan menyaru sebagai ajang pencarian pasangan kencan 'hot or not'.

Hupigon adalah sebuah remote access trojan (RAT) yang pertama muncul pada 2006, dan biasanya digunakan oleh serangan advanced persistent threat (APT) yang dilakukan oleh negara tertentu.

Namun kali ini Hupigon dipakai untuk melancarkan scam yang menargetkan siswa ataupun mahasiswa yang ada di Amerika Serikat. Yaitu dengan menggunakan kampanye pencarian teman kencan bernama 'hot or not', di mana si korban diminta memilih satu dari dua gambar dengan mengklik gambar tersebut.

Di bawah gambar tersebut tersimpan link yang akan mengarahkan si korban untuk mengunduh Hupigon ke dalam PC-nya. Saat sudah diunduh dan terinstal, Hupigon ini bisa membuat PC si korban diambil alih kontrolnya oleh si hacker.

Sejauh ini aksi scam 'hot or not' sudah mengirimkan lebih dari 150 ribu pesan malware ke lebih dari 60 industri berbeda dengan 45%-nya merupakan lembaga pendidikan, universitas,dan sejenisnya.

Hupigon sendiri punya banyak fitur dan kemampuan, seperti si hacker bisa mengakses PC korbannya, merekam keystroke (tekanan pada tombol keyboard), mencuri password, atau pun mengaktifkan webcam milik si korban.



Simak Video "Kontras: Serangan Siber Didominasi Isu Papua dan Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)