Tips Online Aman dan Nyaman Saat Pandemi Corona

Tips Online Aman dan Nyaman Saat Pandemi Corona

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 23 Apr 2020 16:05 WIB
FILE PHOTO: An illuminated Google logo is seen inside an office building in Zurich September 5, 2018. REUTERS/Arnd WIegmann/File Photo
Foto: Arnd WIegmann/Reuters
Jakarta -

Serangan malware dan email phishing yang berseliweran selama pandemi Corona jumlahnya sangat besar. Menurut Google, ada 18 juta malware dan email phishing setiap harinya.

Untuk itulah Google punya sejumlah tips menghadapi risiko keamanan online ini, selain menerapkan sistem keamanan canggih di berbagai produk Google yang bisa mengidentifikasi dan menghentikan ancaman secara dini.

Google mengklaim punya model machine learning yang bisa mendeteksi dan memblokir lebih dari 99,9% spam, phising, dan malware. Mereka pun punya lapisan keamanan lainnya yang bakal memberi peringatan saat akan masuk situs yang mencurigakan, memindai aplikasi di Google Play sebelum diunduh, dan lainnya.

Namun ini saja tak cukup, karena menjaga keamanan online juga harus dilakukan oleh pengguna sendiri. Berikut adalah tips dari Google untuk menjaga keamanan online selama pandemi Corona.

Ketahui cara mendeteksi dan menghindari scam COVID-19

Kebanyakan scam COVID-19 muncul dalam bentuk email phishing, karena itulah jangan terburu-buru ketika menerima email yang berisi informasi mengenai virus tersebut.

  • Periksa kembali email tersebut sebelum mengklik link yang ada pada email.
  • Waspada terhadap email yang meminta informasi pribadi seperti alamat rumah ataupun informasi rekening bank.
  • Link palsu yang meniru alamat situs asli biasanya dibuat semirip mungkin namun tetap berbeda dibanding alamat yang asli. Cara memastikan keasliannya adalah dengan mengarahkan kursor mouse ke atas link tersebut (untuk PC) ataupun menekan lama link tersebut (untuk perangkat ponsel atau tablet).

Pakai akun email perusahaan untuk semua hal terkait pekerjaan

Menurut Google, banyak risiko keamanan berawal dari pegawai yang menggunakan akun atau perangkat pribadi untuk bekerja. Pasalnya, akun perusahaan -- seharusnya -- mempunyai fitur keamanan tambahan agar informasi perusahaan tetap aman.

"Kadang pengguna tergoda untuk menggunakan akun pribadi untuk urusan pekerjaan karena lebih mudah. Ini berbahaya karena tingkat keamanan akun pribadi dan perusahaan mungkin saja tak sama," ujar Mark Risher, Senior Director for Account Security, Identity, and Abuse Google dalam konferensi video.

Sebaiknya pengguna menghubungi staf IT di perusahaan untuk memastikan fitur keamanan yang ada sudah diaktifkan, contohnya autentikasi 2 tahap.

Tips Keamanan GoogleTips keamanan Google.

Amankan video call saat konferensi video

Google punya fitur keamanan bawaan yang otomatis aktif di Google Meet. Namun jika menggunakan aplikasi konferensi video lain, Anda bisa menerapkan hal berikut ini:

  • Aktifkan fitur sandi atau PIN. Ini berguna untuk memastikan rapat hanya bisa diakses oleh peserta undangan
  • Saat membagikan undangan rapat ke banyak orang, pastikan fitur 'ruang tunggu' sudah aktif sehingga penyelenggara dapat menyaring setiap peserta baru secara manual sebelum mengikuti rapat.
  • Jika menerima undangan rapat yang mengharuskan instalasi aplikasi konferensi video baru, pastikan keaslian undangannya sebelum menginstal.

Instal pembaruan keamanan

Ini yang kadang dilupakan pengguna ketika bekerja di rumah, yaitu tak langsung menginstal pembaruan keamanan setelah tersedia. Berbeda dengan saat bekerja di kantor, yang biasanya punya koneksi lebih bagus ke jaringan perusahaan.

Padahal ini adalah hal penting untuk menambal celah keamanan yang sudah terdeteksi, sebelum dieksploitasi oleh peretas.

"Kalau bekerja di kantor, mungkin ada tim IT yang bisa membantu memperbarui dan juga ada koneksi internet yang lebih baik. Jadi ini sering terlupakan kalau bekerja dari rumah," ujar Risher.

Jangan pakai password sama antar aplikasi

Dengan banyaknya aplikasi dan layanan yang membutuhkan login, memakai password yang sama di setiap aplikasi tentu akan memudahkan pengguna. Namun ini jelas menjadi ancaman tersendiri untuk keamanan online.

"Jika ada satu aplikasi yang dibobol, maka aplikasi lainnya ikut terancam. Lebih baik memakai password yang berbeda lalu memakai password manager untuk menyimpan password tersebut. Jadi Anda hanya perlu mengingat satu password," ujar Risher.

Risher juga mengajak pengguna untuk melindungi akun Google-nya. Salah satu caranya adalah dengan mengakses laman pemeriksaan keamanan Google, di mana pengguna bisa meninjau masalah-masalah keamanan pada akun yang terjadi, lalu mendapat rekomendasi untuk memperbaikinya. Di laman ini juga ada pemeriksaan sandi untuk mencari tahu apakah sandi yang dipakai itu sudah tak lagi aman dan perlu diganti.

Namun langkah yang juga tak kalah penting adalah mengaktifkan verifikasi dua langkah sebagai lapisan keamanan tambahan dan bisa diakses di g.co/2SV. Ini bisa menjaga akun agar tak diakses sembarang orang.

Google pun menyiapkan Program Perlindungan Lanjutan untuk penggunanya yang merasa menjadi target ancaman, misalnya aktivis, politisi, jurnalis, atau tenaga kesehatan yang dikenal banyak orang. Programnya sendiri bisa diakses di tautan g.co/advancedprotection.



Simak Video "Rating TikTok Anjlok Gegara Ulah Kreator India"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/rns)