Solusi Zoom Jika Pengguna Ingin Hindari Data Center di China

Solusi Zoom Jika Pengguna Ingin Hindari Data Center di China

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 15 Apr 2020 12:45 WIB
Virus corona: Seberapa aman aplikasi Zoom yang marak dipakai WFH, tapi kini dilarang Taiwan?
Pengguna Zoom Berbayar Bisa Pilih Lokasi Data Center. Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Demi keamanan data pengguna, Zoom memungkinkan pengguna memilih lokasi data center untuk panggilan video conference yang mereka lakukan. Tapi solusi tersebut diberlakukan hanya untuk user berbayar.

Kebijakan baru ini akan mulai berlaku 18 April 2020. Adapun perubahan kebijakan, dilakukan setelah adanya laporan dari Citizen Lab University of Toronto yang mengungkap sejumlah panggilan video call Zoom yang dilakukan di Amerika Utara malah dialihkan melalui China.

Terlepas dari klaim Zoom sebelumnya bahwa percakapan di platform mereka aman, disebutkan Citizen Lab, percakapan Zoom sama sekali tidak terenkripsi. Artinya, Zoom mengontrol kunci enkripsi dan karenanya, dapat mengakses konten panggilan pelanggannya.

Merespons hal tersebut, seperti dikutip dari The Verge, Zoom membolehkan pengguna berbayar memilih region untuk data center mereka, meskipun tidak dapat keluar dari wilayah default.

Zoom saat ini mengelompokkan data centernya dalam 9 wilayah yang bisa dipilih, yaitu Australia, Kanada, China, Eropa, India, Jepang, Hong Kong, Amerika Latin, dan Amerika.

Sementara untuk pengguna Zoom gratisan, berlaku data center default. Artinya, mereka tidak bisa mengubah region data center, meskipun Zoom punya kebijakan pengguna di luar China tidak dirutekan melalui Negeri Tirai Bambu tersebut. Namun kadang ada laporan pengguna tetap diarahkan ke data center di China.



Simak Video "Rayakan Natal dan Tahun Baru Bebas Durasi di Zoom"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)