1 Dari 4 Pengguna Internet Terancam Phishing
- detikInet
Jakarta -
Phishing kini menjadi 'momok' yang menakutkan bagi para pengguna internet. Menurut penelitian, satu dari empat pengguna internet di Amerika menjadi target serangan phishing. Hal itu diungkap AOL dan National Cyber Security Alliance, yang merupakan unit internet Time Warner Inc.Untuk diketahui saja, phishing adalah aktivitas pencurian informasi pribadi melalui e-mail palsu. Sedianya e-mail tersebut akan membujuk calon korban untuk menverifikasi informasi pribadi lewat sebuah link yang menyerupai situs asli. Penelitian mengungkap 70 persen konsumen mengaku percaya bahwa e-mail tersebut berasal dari perusahaan resmi.Menurut Chief Trust Officer AOL yang bertanggung jawab dalam hal keamanan dan privasi, Tatiaa Platt, kini phisher semakin 'lihai' mengelabui konsumen untuk membeberkan rekening bank dan informasi keuangan mereka. Bahkan sebagian besar warga Amerika mengaku tidak bisa membedakan mana e-mail yang asli dan mana e-mail phishing."Konsumen harus waspada terhadap resiko ini dan mereka harus memakai perlindungan seperti software antivirus, perlindungan spyware, dan firewall untuk membantu melindungi mereka dari ancaman online," imbuh Tatiaa.Sementara itu, 81 persen konsumen yang memiliki PC rumahan ternyata tidak meng-update software komputer, perlindungan spyware dan keamanan firewall. Direktur Eksekutif National Cyber Security Alliance, Ron Teixeira, memperkuat pernyataan itu. Menurutnya, masih banyak konsumen yang kurang memperhatikan ketiga perlindungan fundamental tersebut. Padahal konsumen seharusnya memakai fitur tersebut agar mereka tetap aman berjelajah di internet. Demikian dilansir detikinet Jumat (9/12/2005) dari Reuters.
(ien/)