Tips Keamanan untuk Kerja dari Rumah karena Corona

Tips Keamanan untuk Kerja dari Rumah karena Corona

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 16 Mar 2020 06:33 WIB
Co working space
Foto: Herdi Alif Al Hikam detikcom
Jakarta -

Beberapa perusahaan mulai memberlakukan sistem remote working atau work from home alias bekerja jarak jauh sebagai upaya memimalkan kontak dengan keramaian untuk mencegah penyebaran virus corona. Supaya tetap aman, kalian harus tahu tips-tipsnya.

"Kami akan mendorong perusahaan untuk sangat waspada saat ini, dan memastikan karyawan yang bekerja di rumah tetap berhati-hati. Perusahaan harus berkomunikasi dengan jelas dengan karyawan agar memastikan mereka mengetahui risiko, dan melakukan berbagai cara untuk mengamankan akses jarak jauh bagi mereka yang terisolasi atau bekerja dari rumah," komentar David Emm, eneliti keamanan utama di perusahaan keamanan cyber Kaspersky.

Untuk diketahui, seiring kasus virus corona yang meningkat, para pelaku kejahatan cyber pun memanfaatkan kepanikan publik. Kaspersky pun terus mendeteksi serangan baru yang digunakan para hacker dengan memanfaatkan isu terkait COVID-19.

"Sementara para ahli medis bergegas menemukan obat penawar virus korona, para pelaku kejahatan cyber sama-sama sibuk mencoba teknik dan taktik baru untuk menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan kepanikan publik atas epidemi saat ini," kata Stephan Neumeier, Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik, seperti dikutip lewat keterangan resminya.

Teknologi deteksi Kaspersky menemukan file berbahaya yang disamarkan sebagai dokumen yang terkait dengan virus. File-file berbahaya itu ditutup dengan kedok file pdf, mp4 dan docx tentang virus korona.

Nama-nama file menyiratkan bahwa mereka berisi instruksi video tentang cara melindungi diri dari virus, pembaruan pada ancaman dan bahkan prosedur deteksi virus, yang sebenarnya tidak demikian.

Bahkan, file-file ini berisi berbagai ancaman, dari Trojan ke worm, yang mampu menghancurkan, memblokir, memodifikasi atau menyalin data, serta mengganggu pengoperasian komputer atau jaringan komputer.

Di wilayah Asia Pasifik sendiri, Kaspersky telah mendeteksi 93 malware terkait virus corona di Bangladesh, 53 di Filipina, 40 di Cina, 23 di Vietnam, 22 di India dan 20 di Malaysia. Deteksi satu digit dipantau di Singapura, Jepang, Indonesia, Hong Kong, Myanmar, dan Thailand.

"Deteksi kami di wilayah Asia Pasifik hanyalah awal seperti puncak gunung es. Kami menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang tetapi pada saat yang sama juga berhati-hati," ujar Neumeier.

Berikut adalah sejumlah langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko keamanan cyber terkait sistem bekerja jarak jauh yang direkomendasikan Kaspersky:

  • Menyediakan VPN bagi staf untuk terhubung ke jaringan perusahaan dengan aman. Semua perangkat perusahaan - termasuk ponsel dan laptop - harus dilindungi dengan software keamanan yang sesuai, termasuk perangkat seluler (misalnya, kemampuan penghapusan data dari perangkat yang dilaporkan hilang atau dicuri, memisahkan data pribadi dan pekerjaan, serta membatasi aplikasi mana yang dapat dipasang )
  • Selalu menerapkan pembaruan terbaru untuk sistem operasi dan aplikasi
  • Batasi hak akses pihak mana saja yang dapat terhubung ke jaringan perusahaan
  • Pastikan staf menyadari bahaya menanggapi pesan dari sumber tidak dikenal
  • Melakukan pelatihan dan aktivitas yang mengedukasi karyawan tentang dasar-dasar keamanan cyber, misalnya untuk tidak membuka atau menyimpan file dari email maupun situs web tidak dikenal karena dapat berisiko bagi perusahaan
  • Menegakkan penggunaan software legal yang diunduh dari sumber resmi
  • Membuat back up bagi data penting dan memperbarui peralatan serta aplikasi TI secara teratur untuk menghindari kerentanan yang tidak tertandingi yang menjadi penyebab pelanggaran.

"Adalah sebuah fakta bahwa sekali sebuah perangkat berada di luar infrastruktur jaringan perusahaan dan terhubung ke WiFi dan jaringan baru, maka risiko keamanan informasi perusahaan pun meningkat. Sudah saatnya kita tidak hanya meningkatkan kekebalan fisik namun juga keamanan jaringan kita terhadap serangan," tutup Neumeier.



Simak Video "Tips Work From Home Tetap Menyenangkan Versi Cowok"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)