Jumat, 06 Mar 2020 15:47 WIB

Waspada! Penipuan Bermodus Jualan Masker Corona Lewat Email

Agus Tri Haryanto - detikInet
Polisi melakukan sidak ke distributor masker yang berada di kawasan Glodok, Jakarta. Sidak dilakukan guna mencegah terjadinya penimbunan masker. Waspada Penipuan Bermodus Jualan Masker Virus Corona (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Virus corona yang masih mewabah membuat masyarakat mengantisipasinya dengan membeli masker. Namun, hati-hati mencari informasi masker, apalagi ada yang menawarkan pelindung mulut dan hidung tersebut lewat email.

Sebab, jika tidak waspada, siap-siap saja kalian akan kecewa dan uang milik kalian bisa terkuras oleh para penjahat siber ini.

Temuan tersebut berhasil diidentifikasi oleh Kaspersky. Disampaikan, para pelaku penjahat siber memanfaatkan situasi yang ada sekarang untuk mencari keuntungan dari para pengguna yang kurang waspada.

Kaspersky menemukan lebih dari 30 file berbahaya tersebar dengan kedok dokumen terkait coronavirus. Selanjutnya, para ahli juga telah mendeteksi sampai email spam menawarkan masker oksigen, yang diklaim dapat melindungi pengguna dari corona dan infeksi yang ditularkan melalui udara.

"Kami sering mendeteksi pesan spam yang tertaut ke topik populer. Ini adalah kasus khas di mana produk yang ditawarkan seharusnya memiliki kualitas luar biasa dan membantu pengguna untuk melindungi diri dari ancaman," ujar Maria Vergelis, Analis Keamanan Kaspersky seperti dikutip dari siaran persnya, Jumat (6/3/2020).

"Sementara pada kenyataannya produk tersebut tidak memiliki kualitas seperti itu atau bahkan tidak pernah ada. Perlu dicatat bahwa jenis masker anti-polusi seperti ini sangat diminati di Asia, sehingga membuatnya menarik bagi pengguna," ucapnya menambahkan.

Email spam yang didistribusikan kepada pengguna mencakup informasi tentang masker yang mengklaim dapat melindungi dari berbagai virus di udara, khususnya dari virus corona.

Kaspersky menyebutkan apabila pengguna mengklik tautan di email, mereka akan diarahkan ke sebuah laman dengan penawaran masker dan diminta mengisi detail kartu kredit untuk melakukan pembelian.

Karena situs web yang menghosting URL tidak terhubung dengan produk apapun yang diiklankan, kemungkinan besar pengguna tidak akan menerima barang dan hanya kehilangan uang atau dalam beberapa kasus mereka masih menerima produk, namun dengan kualitas yang tidak sesuai.



Simak Video "Ragam Jenis Masker dan Plus Minusnya dalam Menghalau Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)