Selasa, 21 Jan 2020 06:00 WIB

Cara Menghindari Pembobolan Rekening Bank Bermodus SIM Swap Fraud

Rachmatunnisa - detikInet
Cara Menghindari Pembobolan Rekening Bank Bermodus SIM Swap Fraud. Foto: Unspslah
Jakarta - Pembobolan rekening bank milik wartawan senior Ilham Bintang, memanfaatkan modus SIM swap fraud, yakni nomor atau SIM card diambil alih tanpa sepengetahuan korban. Ada beberapa cara untuk menghindari modus ini agar tak jadi korban.

Seperti dijelaskan ahli forensik digital Ruby Alamsyah, agar bisa menjalankan aksi tersebut, pelaku akan terlebih dahulu berupaya mendapatkan data perbankan korban. Dalam kasus Ilham Bintang, pelaku melakukan pendekatan ke korban dengan teknik phising, vhising (voice phising), dan smishing (SMS phising). Ketiganya sama-sama bertujuan mengelabui korban untuk mendapatkan data-data pribadi.



"Ketiganya dibumbui teknik social engineering, langkah pertama ini pelaku mendapatkan data-data korban sesuai dengan target apa yang mau dia bobol. Langkah ini bisa dilakukan secara random maupun spesifik," jelas Ruby, dihubungi detikINET Senin (20/1/2019).

Pelaku kemudian memanfaatkan data tersebut untuk meminta penggantian kartu SIM pada operator seluler dengan beragam alasan. Setelah berhasil mengambil alih nomor korban, mereka melakukan transaksi finansial dengan mengakses akun mobile banking korban.

Pelaku biasanya memanfaatkan metode One Time Password atau OTP. Setelah nomor OTP dikirimkan oleh bank ke SIM baru tersebut, pelaku bebas melakukan transaksi ilegal di rekening korban.

Karenanya, penting bagi kalian yang sering bertransaksi secara digital untuk selalu menjaga informasi data perbankan, terutama nomor telepon yang terhubung dengannya. Ini beberapa cara menghindari pembobolan rekening bank bermodus SIM swap fraud seperti disampaikan Ruby Alamsyah.

1. Sadar akan keamanan IT

"Jangan klik apapun baik dari yang kita kenal apalagi yang tidak kenal. Baca dulu, cerna dulu, minimal tanya pada yang lebih paham apakah ini bentuk phising atau bukan. Think before click," kata Ruby.

2. Jaga rahasia perbankan

"Jangan biasakan kita menyerahkan informasi pribadi apalagi terkait data perbankan bahkan ke pihak bank. Kalau mintanya lewat email itu bank gak pernah minta. Dua langkah pertama ini bisa mengantisipasi dari sisi user," jelas Ruby.

3. Segera lapor ketika SIM ponsel mendadak tidak aktif

"Kalau HP kita kehilangan sinyal kemungkinan ada yang ganti (kartu). Pastikan tahu nomor CS yang bisa dihubungi segera baik lokal maupun internasional ketika sedang di luar negeri, agar sesegera mungkin operator tahu ketika ada kemungkina pergantian SIM card secara ilegal," terangnya.

4. Pastikan aplikasi mobile banking punya keamanan tinggi

Disebutkan Ruby, cara keempat adalah benteng pertahanan terakhir untuk mengantisipasi jika lapisan keamanan sebelumnya kebobolan. Pastikan aplikasi banking punya standar keamanan tinggi. Parameternya antara lain tak hanya meminta user name password, tetapi juga ada SMS, email, one time password (OTP), bahkan sampai token.



"Keamanan tidak selalu berbanding lurus dengan kenyamanan. Semakin banyak data verfikasi, lebih ribet, lebih aman," tutupnya.

Simak Video "Canon Boyong Kamera Flagship, Harganya Bisa Buat DP Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)