Tips Tangkis Serangan Cyber di Liburan Natal dan Tahun Baru

Tips Tangkis Serangan Cyber di Liburan Natal dan Tahun Baru

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 18 Des 2019 09:06 WIB
Foto: Unspslah
Jakarta - Natal dan Tahun Baru adalah momen liburan paling ramai setiap tahun. Di tengah kemeriahan dan kegembiraan suasana, kalian harus tetap menjaga diri dari serangan cyber.

Pasalnya, para pelaku kejahatan cyber kerap memburu korban potensial di musim liburan. Berdasarkan prediksi perusahaan keamanan cyber Kaspersky, di sektor finansial pada 2020, akan ada lebih banyak pelaku kejahatan cyber yang menyerang sistem pemrosesan pembayaran online.

Seiring dengan pergeseran menuju era digital saat ini, kegiatan berbelanja telah bergerak menuju platform online. Nah, musim liburan Natal dan Tahun Baru akan menjadi waktu yang tepat bagi para pelaku kejahatan cyber untuk meluncurkan aksi berbahaya mereka.



Data Kaspersky mengungkapkan, tahun ini terdapat peningkatan sebesar 4,8% dalam kegiatan berbelanja online di antara anak-anak di Indonesia. Sekiranya ini dapat menjadi perhatian bagi pengguna, terutama orang tua untuk selalu menyadari kemungkinan ancaman berbahaya dari kegiatan belanja online, terutama dalam hal sistem pembayaran yang diterapkan.

Selain berbelanja online, musim liburan juga merupakan waktu terbaik untuk rehat sejenak dari rutinitas pekerjaan, dengan cara berlibur di lokasi yang jauh dari pusat kota atau tempat wisata.

Namun, beberapa orang mungkin juga memiliki keinginan untuk tetap melakukan pekerjaan agar menghindari email kantor yang menumpuk. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan melakukannya jarak jauh.

Banyak karyawan yang sedang melakukan aktivitas berlibur dengan menggunakan WiFi publik. Cara ini memang sangat nyaman, namun sekaligus memiliki risiko yang lebih besar.

Tanpa sadar, kita bisa saja menyerahkan rahasia jual beli ke tangan yang salah dan dapat menyebabkan kerugian besar, begitu juga informasi tentang potensi merger dan akuisisi, rencana bisnis, laporan keuangan, dan data perusahaan lainnya, dapat dijual kepada pesaing dengan konsekuensi besar bagi perusahaan.

"Momen liburan seperti ini menunjukkan waktu di mana belanja online dan melakukan postingan di medsos sedang meningkat. Selain itu, perlu dicatat
bahwa liburan juga waktu di mana banyak karyawan mungkin bepergian dengan laptop dan ponsel perusahaan mereka untuk melakukan pekerjaan jarak jauh," kata Yeo Siang Tiong, General Manager for Southeast Asia Kaspersky.

"Ini sekaligus menjadi peluang tambahan bagi pelaku kejahatan cyber untuk melakukan kampanye mereka di musim liburan. Kami mendorong semua orang untuk terus mempraktikkan kebiasaan online mendasar yang baik selama liburan ini demi melindungi diri dan menghindari aksi para pelaku kejahatan cyber yang berkeliaran," sambungnya.

Berikut ini adalah cara agar tetap aman di liburan Natal dan Tahun Baru dari Kaspersky:

 Jagalah privasi online dengan serius. Hanya bagikan atau izinkan akses ke informasi dengan pihak ketiga jika benar-benar diperlukan, untuk meminimalkan informasi yang jatuh ke tangan yang salah.
 Selalu waspada akan e-mail yang mencurigakan. Jika terlihat sangat mencurigakan, selalu lakukan pemeriksaan, pemeriksaan kedua, dan pemeriksaan ulang. Jika e-mail dianggap berasal dari bank, segera hubungi bank yang bersangkutan untuk memverifikasi. Secara historis, bank tidak akan pernah meminta detail seperti kata sandi. Bank biasanya akan meminta pembaruan detail pribadi secara langsung dengan mengisi formulir di cabang mereka.
 Solusi gabungan dari produk keamanan dan langkah-langkah praktis dapat meminimalkan ancaman dan menjaga data online kalian tetap aman. Solusi keamanan andal untuk perlindungan komprehensif dari berbagai ancaman seperti Kaspersky Security Cloud dan Kaspersky Internet Security, ditambah dengan penggunaan Kaspersky Password Manager untuk menyimpan data digital berharga kalian dengan aman.



Sementara itu, saran dari Kaspersky untuk sektor entreprise adalah sebagai berikut:

 Mendorong karyawan untuk mempelajari lebih lanjut tentang langkah sederhana dalam melindungi data pribadi. Tekankan pentingnya enkripsi data, otentikasi dua faktor, dan kata sandi yang kuat, serta diskusikan apa yang perlu dilakukan jika suatu saat perangkat dicuri.
 Mengedukasi karyawan tentang bahaya menggunakan WiFi publik dan cara membuatnya lebih aman (misalnya, dengan menggunakan VPN)
 Lindungi sistem selama musim liburan dengan kombinasi solusi dan layanan yang mencakup empat tahap serangan yang terdiri dari memprediksi, mencegah, mendeteksi, dan memberikan respon.

Simak Video "Hati-hati! Ada Ancaman Keamanan Bagi Ponsel dari Konten Porno"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)