Pakar : Uninstaller Sony DRM perluas Celah Keamanan
- detikInet
Jakarta -
Menurut pakar, keputusan Sony untuk menghapus software Digital Right Management (DRM), dengan program uninstaller miliknya saat ini, justru akan memperluas celah keamanan software tersebut. Kok bisa ?Software anti pembajakan Sony, memiliki celah keamanan yang dapat digunakan hacker jahat untuk menyusup kedalam komputer. Sehingga mau tidak mau Sony terpaksa menghapusnya. "Software DRM Sony memiliki desain keamanan terburuk dari standar keamanan dan akan membahayakan pengguna," ujar Ed Felten, Profesor ilmu komputer Universitas Princeton yang meneliti program uninstaller tersebut bersama dengan J. Alex Halderman, seorang mahasiswanya didikannya.Sony dan perusahaan yang mengembangkan software anti pembajakan First 4 Internet Ltd., membuat program yang mampu meng-uninstall XCP. Tetapi ternyata program tersebut juga bermasalah.Masalahnya terjadi ketika konsumen diharuskan mengisi formulir online untuk mendapatkan software uninstaller tersebut. Setelah diisi dan dikirimkan, formulir tersebut secara otomatis akan men-download dan meng-install kode dari internet. Hal tersebut membuat PC menjadi terbuka untuk mendownload dan menginstall kode dari internet.Menurut analis Princeton, seharusnya kode yang datang hanya berasal dari Sony atau First 4 Internet, tetapi ternyata program tersebut membuat komputer tidak mampu mengkonfirmasi apakah kode tersebut datang dari Sony atau First 4 Internet."Konsekuensi yang ada justru membuat semakin banyak celah. Ketidakmampuan untuk mengkonfirmasi akan membuat situs manapun dapat men-download, meng-install dan menjalankan kode yang disukai dalam komputer anda. Setiap situs dapat mengendalikan komputer anda, lalu dapat melakukan apapun. Hal tersebut sangat serius," imbuh Felten dan Halderman dalam blognya.Juru bicara John McKay dari Sony BMG dan Lynette Riley dari First 4 Internet tidak berkomentar atas perkiraan tersebut.Mark Russinovich, peneliti keamanan yang menemukan celah pada software Sony, menyarankan pengguna untuk menunggu adanya program removal standalone yang tidak memerlukan pengisian form."Tidak ada alasan bagi Sony untuk tidak membuat program tersebut (standalone -red) secepatnya," ujar Russinovich dalam emailnya. Demikian dikutip detikinet dari ABC News Rabu (16/11/2005).
(ien/)