Pendiri Telegram Serukan Hapus WhatsApp, Kenapa? - Halaman 2

Pendiri Telegram Serukan Hapus WhatsApp, Kenapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 22 Nov 2019 13:50 WIB
Pengguna WhatsApp. Foto: Getty Images

Celah keamanan terbaru dari WhatsApp adalah kemungkinan terinfeksi dari pengiriman file video. Facebook menyatakan tidak ada user yang terdampak tapi hal itu kembali jadi sasaran serangan Durov.

Ia mengaku heran WhatsApp terus bermasalah soal keamanan sedangkan Telegram tidak. "Telegram, aplikasi yang mirip dalam hal kerumitan, tidak pernah mengalami masalah dalam skala berat seperti WhatsApp dalam 6 tahun sejak peluncurannya," klaim dia.

Menurutnya, celah yang terus muncul dari WhatsApp adalah sebagai akibat dari kompromi antara Facebook dengan pemerintah atau lembaga intelijen. "Cenderung sangat jarang seseorang bisa tidak sengaja melakukan error keamanan yang besar, cocok untuk pengintaian, secara rutin," tandasnya.

Di sisi lain, wajar jika Durov menyerang WhatsApp. Pasalnya, aplikasi Telegram yang dibuat Durov bersaing langsung memperebutkan pengguna di seluruh dunia.

Saat ini, Telegram masih ketinggalan jauh dibandingkan WhatsApp. Data terbaru menyebutkan jumlah user WhatsApp mencapai 1,6 miliar dan Telegram baru 200 juta.

Salah satu yang digembar gemborkan oleh Telegram adalah sistem keamanan yang mumpuni. Aplikasi ini pun sempat jadi favorit kaum kriminal untuk merancang aksinya dan karena itu, sempat diblokir di Indonesia sebelum dibuka kembali. (fyk/fay)