Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Juragan Toko Online Heran Perawat Harus Bayar Pajak Penghasilan

Juragan Toko Online Heran Perawat Harus Bayar Pajak Penghasilan


Tim - detikInet

Jeff Bezos dan Lauren Sanchez tampil perdana bersama di Paris Fashion Week 2025. Getty Images/Neil Mockford
Jeff Bezos. Foto: Getty Images/Neil Mockford
Jakarta -

Pendiri Amazon dan salah satu orang terkaya dunia, Jeff Bezos, menilai warga Amerika Serikat yang berada di paruh bawah tingkat pendapatan seharusnya tidak perlu membayar pajak penghasilan. "Mengapa seorang perawat di Queens berpenghasilan USD 75.000 setahun harus bayar pajak lebih dari USD 1.000 sebulan?" ujarnya.

"Uang USD 1.000 itu bisa membantu untuk membayar sewa atau belanja kebutuhan sehari-hari, atau apa pun. Bagi saya, agak konyol kita melakukan ini. Kita tidak seharusnya meminta perawat di Queens ini untuk mengirimkan uang ke Washington. Merekalah yang seharusnya mengirimkan permintaan maaf kepadanya," sebutnya.

Bezos yang hartanya di kisaran USD 272 miliar, berargumen bahwa paruh bawah kelompok pekerja berpenghasilan hanya menyumbang 3% total penerimaan pajak namun seseorang seperti perawat tersebut harus merelakan sekitar 16% gajinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Empati ini mungkin terdengar mengejutkan mengingat ia datang dari Bezos. Para miliarder sepertinya memanfaatkan celah sistem perpajakan sehingga hanya membayar pajak penghasilan dari sebagian kecil keuntungan tahunan. Di 2007 dan 2011, Bezos bahkan tak membayar pajak penghasilan sama sekali.

Menurut investigasi ProPublica, kekayaan Bezos melonjak USD 127 miliar dari 2006 hingga 2018, tapi ia hanya melaporkan pendapatan USD 6,5 miliar. Meskipun angka ini menghasilkan pembayaran pajak sangat besar yakni USD 1,4 miliar, angkanya hanya setara dengan tarif pajak sekitar 1%.

ADVERTISEMENT

Praktik ini tidaklah ilegal. Warga Amerika tidak dikenakan pajak atas keuntungan modal yang belum direalisasi, yang berarti jika saham Amazon melonjak tajam dan membuat Bezos semakin kaya, ia baru membayar pajak setelah menjual saham.

Dikutip detikINET dari Tech Crunch, alih-alih menjual saham, mereka mengambil pinjaman masif menggunakan saham sebagai jaminan, memenuhi kebutuhan hidup dari pinjaman tersebut, dan menghindari pembayaran pajak atas pinjaman itu karena secara teknis pinjaman berstatus sebagai utang.

Apakah Jeff Bezos akhirnya menyadari ketidakadilan hal ini? Tampaknya tidak. "Kita sudah memiliki sistem perpajakan paling progresif di dunia. Satu persen wajib pajak teratas membayar 40% dari seluruh penerimaan pajak. Paruh terbawah hanya membayar 3%," sebutnya.

Tetap saja Bezos membayar pajak dengan tarif lebih rendah dari kebanyakan orang Amerika. Namun demikian, ia menganggap bukan itu permasalahannya.

"Jika orang-orang ingin saya membayar lebih banyak miliaran dolar, mari kita perdebatkan hal itu. Tapi jangan berpura-pura bahwa itu akan menyelesaikan masalah. Anda bisa melipatgandakan pajak yang saya bayar dan itu takkan membantu perawat di Queens tersebut," cetusnya.

Walau demikian, miliaran dolar tambahan yang bisa dibayarkan Bezos dinilai tetap akan sangat berguna untuk warga. Perawat di Queens itu mungkin sangat terbantu jika bisa menggunakan transportasi umum yang andal atau jika bisa menyekolahkan anaknya di sekolah umum berkualitas.




(fyk/fyk)
TAGS




Hide Ads