Kamis, 26 Sep 2019 16:53 WIB

RUU Keamanan Siber Bikin BSSN Jadi Lembaga Super?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Halaman 1 dari 2
Foto: Internet Foto: Internet
Jakarta - Rancangan Undang-Undang Ketahanan dan Keamanan Siber (RUU KKS) akan disahkan Senin (30/9) mendatang. Berbagai pasal dalam RUU tersebut rupanya menjadi sorotan. Suara kritik antara lain datang dari Internet Development Institute (ID Institute).

Ketua ID Institute, Svaradiva, mengatakan ada sejumlah pasal dalam RUU yang tumpang tindih dengan kewenangan lembaga lain. Selain itu membuat BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) berpotensi jadi lembaga super.

Beberapa yang jadi sorotan ID Institute adalah pasal 8, pasal 11 ayat 2, pasal 38 ayat 1, dan pasal 46. Pasal 8 menyebut bahwa masyarakat dapat menyelenggarakan Kamtasiber atau keamanan dan ketahanan siber terbatas hanya untuk perlindungan sistem elektronik pada lingkungan internal organisasi.


"Di DNA internet terdapat prinsip participatory bottom-up process. Ini apanya yang participatory dan bottom-up kalau dibatasi hanya kayak gini?" Diva mencontohkan, dalam keterangan yang diterima detikcom.

Kemudian pasal 11 ayat 2 menyebutkan bahwa ancaman siber terdiri atas produk, prototipe produk, rancangan produk, atau invensi yang dapat digunakan sebagai senjata siber. Maka, banyak produk berpotensi diawasi oleh BSSN.

(ke halaman selanjutnya) (fyk/fay)