Rabu, 18 Sep 2019 17:02 WIB

Data Penumpang Lion yang Bocor Berpotensi Laku Keras

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: (Dok. Lion Air) Foto: (Dok. Lion Air)
Jakarta - Data pelanggan Lion Air yang bocor di dunia maya disebut sebagai data yang sangat sensitif dan rahasia. Tak cuma itu, data semacam ini pun sangat disukai dan bakal laris manis jika dijual.

Data yang bocor itu terdiri dari informasi kartu penduduk atau KTP penumpang, alamat, nomor telepon, email, hingga nomor paspor.

Menurut Alfons A. Tanujaya, pengamat sekuriti dari Vaksincom, data semacam ini sangatlah sensitif, dan rawan disalahgunakan untuk keperluan seperti pemalsuan identitas, penyalahgunaan identitas dan scamming.

"Itu pesta pora yang dapat datanya," ujar Alfons ketika dihubungi detikINET.


Ditambahkannya, data bocor ini sangat berkualitas dan bisa dimanfaatkan untuk bermacam kegunaan. Bisa untuk kepentingan yang baik atau untuk kejahatan jika sampai jatuh ke tangan kriminal.

Bahkan, data ini pun menurutnya sangat laku jika dijual karena merupakan data yang valid dari perusahaan yang jelas-jelas memiliki data berkualitas.

"Banyak, kriminal2 sangat berminat dengan data yang valid untuk kegiatan scamming, perusahaan kompetitor tentu ngiler bisa mendapatkan jutaan data pelanggan kompetitornya," tambahnya.


Sebelumnya diberitakan blog teknologi BleepingComputer mengungkap sebanyak puluhan juta data pelanggan dari dua maskapai penerbangan yang dikelola Lion Air telah bocor di sebuah forum online dalam sebulan terakhir.

Data-data tersebut diakses dari sebuah penyimpanan virtual Amazon Web Service (AWS) yang dibuka via web.Data ini terbagi dalam dua database, yang pertama berisi 21 juta data, dan database lainnya berisi 14 juta data, yang tersimpan dalam file backup yang dibuat pada Mei 2019.

Simak Video "Kata Profesor Ilmu Pengetahuan Komputer soal Kebocoran Data Grup Lion"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)