Jumat, 19 Jul 2019 19:34 WIB

Kaspersky Beri Tips Keamanan FaceApp

Rachmatunnisa - detikInet
Kaspersky Beri Tips Keamanan FaceApp. (Foto: Screenshot Play Store) Kaspersky Beri Tips Keamanan FaceApp. (Foto: Screenshot Play Store)
Jakarta - Di balik ketenaran FaceApp yang sedang ramai digunakan, ada sebagian orang yang mempertanyakan bagaimana keamanan data para penggunanya. Perusahaan keamanan cyber dan perangkat Kaspersky pun memberikan komentarnya.

Disebutkan General Manager Kaspersky SEA Yeo Siang Tiong, pada dasarnya, wajar saja ketika kita ikut-ikutan menggunakan aplikasi yang sedang tren atau online challenge dan sejenisnya yang tengah marak.

Namun 'penyakit' FOMO alias Fear of Missing Out semacam ini bisa menghapus kebiasaan yang berkaitan dengan keamanan dasar, antara lain sikap waspada dalam memberikan izin aplikasi.




"Penelitian kami sebelumnya bahkan menemukan bahwa mayoritas (63%) konsumen tidak membaca perjanjian lisensi dan 43% hanya mencentang semua izin privasi ketika mereka menginstal aplikasi baru. Meski survei ini dilakukan tiga tahun lalu, kami yakin temuan tentang kebiasaan digital ini masih relevan dan tepat," kata Tiong seperti dikutip dari pernyataan Kaspersky, Jumat (19/7/2019).

Disebutkan Tiong, bahayanya adalah ketika pengguna memberikan izin tanpa batas pada sebuah aplikasi ke daftar kontak, foto, pesan pribadi, dan lainnya.

Dengan memberikan izin, pembuat aplikasi dianggap legal mengakses informasi yang seharusnya tetap menjadi data rahasia pengguna. Ketika data sensitif ini diretas atau disalahgunakan, aplikasi yang sedang viral bisa mengubahhya menjadi sumber celah yang bisa dieksploitasi oleh peretas untuk menyebarkan virus berbahaya.

"Ini adalah situasi yang selalu ingin kami hindari di Kaspersky. Kami menyarankan para pengguna online harus selalu berpikir secara aktif dan lebih berhati-hati dalam segala hal yang mereka lakukan di internet dan dengan perangkat mereka," saran Tiong.

Dia menyarankan para pengguna untuk menerapkan hal-hal berikut ini:

 Hanya mengunduh aplikasi dari sumber tepercaya. Baca ulasan dan peringkat aplikasi juga
 Pilih aplikasi yang ingin di instal pada perangkat dengan bijak
 Baca perjanjian lisensi dengan cermat
 Perhatikan daftar izin yang diminta aplikasi
 Hindari mengklik 'next' selama instalasi aplikasi
 Untuk lapisan keamanan tambahan, pastikan untuk menginstal solusi keamanan di perangkat

Waspada FaceApp Palsu

Kaspersky juga telah mengidentifikasi aplikasi FaceApp palsu yang vertujuan menipu pengguna lalu menginfeksi perangkat korban dengan modul adware yang disebut MobiDash.

Setelah diunduh, aplikasi palsu itu akan mensimulasikan kegagalan instal, kemudian terhapus. Namun setelah itu, modul berbahaya yang disusupkan dalam aplikasi akan mulai menginvasi perangkat dengan menampilkan iklan.

Menurut data Kaspersky, sekitar 500 pengguna melaporkan masalah ini dalam dua hari terakhir. Ada hampir 800 modifikasi modul berbeda yang telah diidentifikasi.




"Orang-orang di belakang MobiDash sering menyembunyikan modul adware mereka dengan kedok aplikasi dan layanan populer. Ini berarti, aktivitas FaceApp palsu bisa meningkat, terutama jika kita berbicara tentang ratusan target hanya dalam beberapa hari," kata peneliti keamanan Kaspersky Igor Golovin.

Dia juga menyarankan agar pengguna tidak mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi dan menginstal solusi keamanan pada
perangkat mereka untuk menghindari kerusakan.




Simak Video "Soal Potensi ''Bahaya'' dari Aplikasi, Ini Kata Sang CEO FaceApp"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fyk)