Selasa, 11 Jun 2019 06:01 WIB

Rusia Bakal Larang Warganya Pakai VPN

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi pengguna smartphone. Foto: iStock Ilustrasi pengguna smartphone. Foto: iStock
Jakarta - Bagi para pelancong yang ingin mengunjungi Rusia, informasi ini bisa jadi catatan kalian. Dalam waktu dekat, Kremlin akan memblokir wisatawan yang menggunakan layanan Virtual Private Network (VPN) untuk terhubung di internet di negara mereka.

Sebelumnya, Roskomnadzor, pengawas komunikasi Rusia pada Maret kemarin, telah meminta kepada 10 VPN teratas untuk menghubungkan server mereka ke sistem IT yang dikelola pemerintah. Rusia beralasan, cara itu untuk mencegah orang-orang di negaranya mengakses situs yang dilarang.

Para penyedia VPN tersebut diberi waktu 30 hari untuk merespon. Namun melewati batas waktu yang diberikan, dari 10 VPN tersebut, sembilan di antaranya menyatakan penolakan, yaitu ExpressVPN, HideMyAss!, Hola VPN, IPVanish, KeepSolid, NordVPN, OpenVPN, TorGuard, dan VyprVPN. VPN milik Kaspersky jadi satu-satunya yang patuh.



NordVPN mengatakan mematuhi peraturan yang diterapkan oleh Pemerintah Rusia, sama saja mereka melanggar perjanjian yang dilakukan perusahaan dengan para penggunannya.

"Dalam kasus ketidakpatuhan dengan kewajiban yang ditentukan oleh hukum, Roskomnadzor dapat memutuskan untuk membatasi akses ke layanan VPN (mereka)," kata Roskomnadzor dalam keterangannya dikutip dari Gizmodo, Selasa (11/6/2019).

Kepala Roskomnadzor Alexander Zharov mengatakan semua yang tidak patuh dengan hukum di negaranya, maka konsekuensinya diblokir. Rusia berencana memblokir sembilan VPN di atas dalam waktu satu bulan ke depan.

"Dan hukum mengatakan dengan tegas, jika perusahaan menolak untuk mematuhi hukum, itu harus diblokir," ucap Zharov.



Apabila itu diterapkan, maka Rusia semakin dekat dalam menerapkan peraturan internet yang dicanangkannya sejak tahun lalu, Digital Economy National Program. Tercantum di dalamnya adalah para penyedia layanan internet (ISP) lokal harus tetap berjalan sebagaimana mestinya ketika Rusia memutus koneksi dengan internet dunia.

Dalam program tersebut, para ISP yang disebutkan tadi akan mengarahkan traffic ke dalam negeri dan mengandalkan Domain Name System (DNS) milik sendiri. Sekadar info, DNS merupakan ibarat buku telepon untuk internet yang menyimpan nama-nama host maupun domain.

Itu artinya, Rusia bakal mengasingkan diri dari internet global. (agt/krs)