Kamis, 23 Mei 2019 13:50 WIB

WhatsApp cs 'Dicekik'

VPN Gratisan Mengancam, yang Berbayar Sudah Pasti Aman?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Foto: Android Central Ilustrasi. Foto: Android Central
Jakarta - Penggunaan VPN (Virtual Private Network) gratisan jadi viral untuk mengakali pembatasan media sosial dan layanan messaging. Tapi risiko dihadirkan seperti ancaman terangkutnya data pribadi sampai terpapar malware. Nah di sisi lain, apakah VPN yang versi berbayar sudah pasti aman?

Menurut gadget enthusiast Lucky Sebastian, jawabannya belum tentu aman. VPN berbayar sekalipun tetap berpotensi menyimpan risiko tersendiri.

"Belum tentu juga yang berbayar aman. Tetapi lebih kurang lah intensinya untuk mengambil keuntungan dari cara lain. Yang bagus sebenarnya kalau mereka melakukan enkripsi yang sesuai, dan tidak membuat log dari pengguna," papar Lucky.



"Dan kita tidak tahu siapa yang benar-benar melakukannya, hanya pembuat layanannya yang tahu. Contohnya begini, misal dari thread yang banyak dimasalahkan kan VPN buatan China Di China ada aturan kan kalau pemerintah butuh datanya harus bekerjasama," tambah dia.

"Jadi walaupun kita di China misal menggunakan VPN buatan China untuk mengakses FB atau masuk web yang dilarang, Web tidak melihat IP kita, tetapi layanan VPN punya datanya. Kalau ini diminta oleh yang berwenang, ya harus diberikan," lanjut pendiri Gadtorade tersebut.

Sebelumnya, Lucky menjelaskan beragam risiko memakai VPN gratisan. Seperti sudah diperingatkan, tidak ada makan siang gratis atau free lunch. Meski tak membayar uang, ada hal lain yang harus dipertaruhkan.

"Layanan VPN free ini kan harus bikin kita tanda tanya dulu ya, kenapa orang mau "baik" beri gratisan. Padahal kan menyediakan layanan VPN publik harus punya server, bandwidth, IP di beberapa negara dan lain-lainnya, yang berarti harus mengeluarkan biaya tiap bulan," ujar Lucky Sebastian.



"Jadi kemungkinan ada trade-off yang harus dibayar oleh pengguna. Nah kalau bukan uang atau biaya berlangganan VPN, berarti ada yang lain, yang bisa diambil oleh penyedia layanan untuk membiayai layanan free VPN ini," papar dia.

Lebih lanjut, Lucky menjelaskan beragam hal dilakukan pemberi layanan VPN gratis ini untuk membiayai layanan. Biasanya dengan membuat log atau memetakan kebiasaan. Misalnya mengunjungi website apa saja, jam berapa, berapa lama, apa yang dibeli kalau mengunjungi e-commerce, apa yang sering dilihat, apa yang di-download, dan sebagainya. Data semacam itu bernilai untuk dijual (fyk/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed