E-mail Pelanggan VoIP Packet8 Bocor di Internet
- detikInet
Jakarta -
Alamat e-mail pelanggan internet teleponi atau voice over internet protocol (VoIP) Packet8 dikabarkan tersingkap tanpa sengaja. Sebanyak 21.000 data pelanggan bocor di internet.Kebocoran data terjadi saat seorang karyawan tanpa sengaja melampirkan e-mail berisi spreadsheet yang di dalamnya terdapat data alamat e-mail pelanggan. E-mail terkait dikirimkan ke laporan berkala e-mail Packet8 setiap bulan. Yang tersebar Kamis (8/9/2005) silam. Hal itu diungkapkan Direktur Komunikasi Korporat Packet8, Joan Citelli, seperti dilansir Vnunet dan dikutip detikinet Selasa (13/9/2005).Untungnya file tersebut tidak berisi data lain selain alamat e-mail pelanggan. Sebagai informasi Packet8 menjual layanan internet teleponi kepada konsumen dan perusahaan di Amerika Utara. Dengan layanan terkait pelanggan bisa melakukan panggilan telepon ke nomor telepon biasa. Laju durasi panggilan didiskon hingga layanan lebih murah. Sejak 30 Juni silam provider VoIP Packet8 telah memiliki 73 ribu orang pelanggan."Kebocoran itu terjadi karena kesalahan manusiawi," papar Citelli. Menurutnya lagi, kebocoran ini merupakan unsur ketidaksengajaan. Dan dirinya berharap agar hal serupa tidak terulang lagi.Menanggapi hal itu, Packet8 pun melakukan pengecekan tambahan guna mencegah penyelewengan keamanan nantinya. Perusahaan bahkan mengirimkan sebuah e-mail permintaan maaf kepada para pelanggannya.Sementara itu Direktur Pemasaran Produk Postini--vendor keamanan e-mail--Andrew Lockhart, khawatir akan adanya oknum jahat yang menemukan daftar e-mail terkait. Jika hal itu terjadi, pelanggan Packet8 bisa saja menjadi sasaran serangan aksi phishing. "Kebocoran ini akan mempermudah spammer dan phisher di dunia melakukan aksinya," tandas Lockhart.Pasalnya, alamat yang ada pada daftar semuanya merupakan pelanggan Packet8. Phisher bisa saja mengirimkan e-mail ke pelanggan yang isinya seolah-olah berasal dari Packet8.Lewat e-mail tersebut para pelanggan bisa dikelabui. Bahkan rahasia pelanggan bisa tersingkap dengan meminta mereka memasukkan informasi kartu kredit atau nama login serta password.Menurut Lockhart daftar e-mail terkait mudah diidentifikasi sebagai pelanggan layanan Packet8 hingga akan lebih berbahaya. Untunglah masalah itu bisa dicegah. Karena ada banyak tool yang bisa memeriksa pesan e-mail yang keluar untuk konten atau lampiran yang tidak diinginkan.
(ien/)