Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Teknologi Baru Berimbas Pencurian Identitas

Teknologi Baru Berimbas Pencurian Identitas


- detikInet

Jakarta - Bertambahnya teknologi baru ternyata makin meningkatkan pencurian identitas dan aksi penipuan. Pernyataan itu diungkapkan ahli kriminologi Inggris. Kini para pencuri identitas dan pelaku penipuan makin menyesuaikan teknik mereka seiring meningkatnya teknologi. Mereka jadi lebih kreatif untuk membobol kartu pengenal, chip serta pin kartu kredit. Dr Emily Finch dari Universitas East Anglia Inggris mengatakan, ketergantungan pada teknologi akan mematahkan kewaspadaaan konsumen. Para pakar percaya ketergantungan ini merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah pencurian penipuan dan identitas."Beberapa beranggapan bahwa teknologi maju bisa memecahkan masalah pencurian identitas padahal hal ini justru memperburuk masalah," papar Finch pada konferensi perkumpulan ilmuwan Inggris."Para pencuri kini telah menyesuaikan diri dengan situasi," tambah Finch seperti dilansir Reuters yang dikutip detikinet Senin (5/9/2005).Finch mendapat kesempatan untuk mewawancarai penjahat tentang mengapa dan bagaimana mereka melakukan kejahatan dan apa dampak teknologi baru bagi mereka. Finch mengetahui bahwa para pencuri tetap teguh dan akan mengubah metode mereka untuk mengelak dari standar keamanan anyar.Federal Trade Commission Identity Theft Survey Amerika Serikat dua tahun silam menunjukkan bahwa 4,6 persen dari 4.000 orang yang terpilih secara acak di jajak pendapat pernah menjadi korban pencurian identitas.Finch mengatakan latar belakang penipuan dan pencurian identitas tak selalu semata-mata karena uang. Kadang-kadang orang menginginkan identitas baru. Menanggapi hal itu, Juni silam pemerintah Inggris membuat perundang-undangan untuk kartu pengenal nasional. Mereka mengatakan kartu itu sedianya akan memerangi terorisme, kejahatan dan imigrasi ilegal."Para pencuri telah menyesuaikan diri dengan Internet yang menyediakan akses fantastis akan informasi orang lain yang sifatnya pribadi," papar Finch.Dan dia lebih meyakini pemakaian tanda tangan untuk pembelian lewat kartu kredit dan kartu debet. Finch bahkan meragukan chip dan teknologi pin yang membolehkan konsumen menukar nomor pribadi. (ien/)






Hide Ads
LIVE