Rabu, 19 Des 2018 12:20 WIB

Uniknya QR Code dan Potensi Ancaman di Baliknya

Alfons Tanujaya - detikInet
Ilustrasi: Fuad Hasim/detikcom Ilustrasi: Fuad Hasim/detikcom
Jakarta - QR Code, banyak disebut sebagai Quick Response Code atau Quick Read Code, merupakan satu kotak bujur sangkar hitam putih yang sekarang ada dimana-mana: kotak pembungkus makanan, majalah, poster bioskop, situs web, kartu nama, poster promosi, sarana pembayaran e-wallet sampai sarana untuk melakukan transfer bank.

Teknologi ini dipakai karena dapat memuat informasi yang sangat banyak dibandingkan dengan barcode, sekitar 7.089 karakter numerik atau sekitar 350 kali lebih banyak dibandingkan barcode yang hanya mampu menyimpan sekitar 20 karakter numerik.

Secara fisik, tampilan QR Code juga memakan ruang cetak lebih kecil, sekitar 10% dari tampilan barcode untuk data yang sama, hal ini memberikan kemudahan untuk mencetak QR Code pada produk yang lebih kecil seperti mikrochip, sparepart, perangkat keras atau produk lainnya yang membutuhkan identifikasi. Jadi, hemat biaya cetak, namun sangat membantu dalam manajemen inventori.




QR Code memiliki ketahanan terhadap kecacatan, di mana sekalipun QR Code tercetak mengalami kerusakan fisik atau cacat sampai 30% masih tetap bisa dibaca
dengan baik karena adanya fitur error correction.

Uniknya, kelebihan ini malah dijadikan sebagai gimik marketing. Perusahaan yang mengeluarkan QR Code bisa menempatkan logo kecil perusahaan di
tengah-tengah QR Code dan tidak mengganggu informasi yang terkandung pada QR Code tersebut (lihat gambar 1).

Uniknya QR Code dan Ancaman di Baliknya


Jika diperhatikan dengan saksama, QR Code yang berbentuk bujur sangkar ini memiliki tiga titik pada sudut kiri atas, kiri bawah dan kanan atas.

Tiga titik ini diciptakan oleh Denso Wave bukan tanpa alasan. Justru tiga titik ini sangat berguna karena pemindai QR Code akan tetap bisa membaca QR Code sekalipun posisinya terbalik atau diputar, karena tiga titik ini memberikan arah orientasi QR Code kepada pemindai.

Ada lagi kelebihan QR Code sehingga sangat populer digunakan di Jepang, Korea dan China. Dia memiliki kapasitas untuk menyandi bahasa double byte yang dibutuhkan oleh bahasa Jepang, Korea dan China, sehingga penggunaan QR Code menjadi sangat populer di tiga negara ini.

Adapun alasan utama popularitas QR Code adalah karena kepraktisan. Ia mampu menyimpan informasi yang cukup panjang dan berguna seperti alamat situs yang umumnya panjang dan sulit diingat sehingga akan merepotkan dan memakan waktu untuk dicatat secara manual.

Dengan hanya bermodalkan kamera ponsel dan QR Code scanner atau pemindai QR Code, informasi pada QR Code akan bisa diakses dan disimpan dengan cepat dan mudah.

Potensi Ancaman

Namun hal ini kemudian memunculkan potensi ancaman dari QR Code. Secara kasat mata, manusia tidak mampu menguraikan informasi yang terkandung pada QR Code karena sudah disandikan sedemikian rupa. Sangat sulit atau hampir tidak mungkin mengidentifikasi perbedaan informasi antara QR Code satu dengan lainnya.

Sebagai contoh, pada gambar 1 di atas, kita bisa menebak-nebak kalau QR Code di sebelah tersebut adalah QR Code McDonalds dan akan mengarahkan kita pada situs Mc Donalds atau aktivitas promosinya dari warna dan logo yang ditampilkan.

Meskipun logo yang ditempelkan McDonalds, tetap saja kita tidak bisa mengetahui bintik-bintik yang terkandung pada QR Code itu sebenarnya berisi akses ke situs McDonalds atau malah mengarahkan kita ke situs Playboy misalnya, sampai QR Code tersebut dibaca dan diuraikan oleh QR Code reader dan dibuka oleh browser di ponsel kita.

Di sinilah tersimpan potensi fraud atau scam yang mulai dimanfaatkan kriminal, dan para pengguna QR Code harus menyadari dan selalu waspada setiap kali melakukan pemindaian atau transaksi dengan QR Code.

Prinsipnya sederhana saja, sama seperti kerja scam yang akan berusaha mengarahkan Anda ke situs jebakan yang telah dipersiapkan. Jika berhasil melakukan hal ini, maka jebakan yang sudah dipersiapkan menanti korbannya seperti melakukan phishing untuk mencuri kredensial akun dan informasi sensitif seperti nomor rekening atau data kartu kredit.




Bisa juga dengan menanamkan malware pada perangkat yang mengunjungi alamat situs yang telah dipersiapkan pada QR Code tersebut untuk kemudian melakukan aksi yang merugikan pemilik ponsel yang bersangkutan.

Pencegahan

Anda dapat melakukan beberapa tindakan pencegahan supaya tidak menjadi korban scam QR Code seperti:

1. Gunakan pemindai QR Code yang memiliki fitur pengamanan sekuriti.

2. Jangan mudah gatal dan sembarangan melakukan pemindaian QR Code.

3. Pindai QR Code dengan pemindai generik dan analisa apakah alamat yang dituju cukup aman
atau berpotensi membahayakan sebelum Anda kunjungi.

4. Periksa QR Code secara fisik, pastikan QR Code tersebut masih asli dan bukan ditutupi dengan
QR Code lain dalam bentuk stiker.

Uniknya QR Code dan Potensi Ancaman di Baliknya
(rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed