Gawat, Zotob Juga Bisa Serang Windows XP
- detikInet
Jakarta -
Lubang yang memungkinkan worm Zotob menginfeksi komputer bersistim operasi Windows 2000, ternyata juga bisa terdapat di Windows XP. Walau belum muncul varian Zotob khas XP, pengguna Windows XP harus tetap waspada.Worm Zotob dan variannya, ditambah beberapa worm lainnya, berhasil merusak komputer bersistim operasi Windows 2000. Termasuk di jaringan komputer milik perusahaan berita ABC, CNN dan The New York Times. Semua worm itu mengeksploitasi lubang keamanan di fitur Plug-and-Play Windows. Untuk menanggulanginya Microsoft telah mengeluarkan program tambalan (patch) awal bulan ini. Windows 2000 dinilai yang paling terpengaruh oleh serangan ini.Namun, seperti yang dipaparkan Microsoft dalam dokumen Security Advisory di situsnya, komputer menjalankan Windows XP Service Pack 1 ternyata juga ringkih terhadap serangan worm ini. Dengan konfigurasi tertentu sistim tersebut memiliki kelemahan yang mirip dengan Windows 2000.Sebelumnya diduga hanya Windows 2000 saja yang ringkih. Tetapi, Microsoft menambahkan bahwa user Windows XP juga tengah terancam.Menurut Microsoft, keringkihan di Windows XP SP1 terjadi jika user mengaktifkan file dan printer sharing serta account 'Guest'. Kemungkinan ini hanya terjadi di kalangan pengguna rumahan. Karena PC tidak akan ringkih jika terhubung ke jaringan, yang biasa dilakukan di lingkungan perusahaan, papar Microsoft."Ini adalah skenario serangan kecil dan sempit," ujar Debby Fry Wilson, direktur Security Response Center Microsoft, seperti dilansir CNET yang dikutip detikinet Kamis (25/8/2005).Sejak pelanggan Windows 2000 diserang minggu lalu, Microsoft sudah gerak cepat untuk melakukan pencegahan ekstra guna mengklarifikasi informasi ini. Wilson mengatakan kemungkinan tidak banyak sistem yang ringkih 'di luar sana'.Kebanyakan konsumen menurut Wilson sudah melakukan upgrade Windows XP mereka ke Service Pack 2. Sedangkan komputer di perusahaan, yang umumnya memakai Windows XP SP1, tidak akan ringkih karena biasanya terhubung ke domain, tambah Wilson.Wilson menambahkan bahwa Microsoft mengetahui kemungkinan serangan Windows XP ini dari vendor keamanan Symantec. Microsoft mengimbau agar pengguna segera memakai program tambalan keamanan yang telah mereka keluarkan awal Agustus. Microsoft juga mengaku belum melihat adanya serangan, baik virus atau sejenisnya, yang mengeksploitasi cacat plug-and-play pada Windows XP.
(wicak/)