Rabu, 31 Okt 2018 18:21 WIB

AS Kembali Munculkan Kasus Terkait Mata-mata dan Hacker China

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: DW (News) Foto: DW (News)
Jakarta - Amerika Serikat menuding dua orang mata-mata China, plus hacker, sudah berusaha meretas perusahaan pembuat pesawat dan mencuri teknologi-teknologi rahasia.

CNN menyebut tudingan itu dialamatkan Departemen Hukum Amerika Serikat terhadap Zha Rong dan Chai Meng, yang juga diklaim telah merekrut sejumlah hacker dalam usaha penyusupan selama lima tahun.

Menurut AS, mata-mata China tersebut hendak mencuri teknologi di balik mesin turbofan yang dipakai di pesawat komersial. Sekelompok orang itu pun dapat dakwaan atas hal-hal tersebut.

Aksi peretasan ini disebut terjadi setidaknya pada kurun waktu medio 2010-Mei 2015. The Verge mengatakan, targetnya adalah perusahaan dirgantara asal Prancis yang bekerja sama dengan perusahaan AS.




Selain dituding meretas perusahaan Prancis, grup hacker itu juga dituding meretas perusahaan dirgantara di sejumlah negara bagian AS serta Inggris. Jaksa penuntut menyebut para hacker itu menggunakan teknik spear phishing dan malware untuk mendapat akses ke jaringan si korban untuk mencuri rahasia perusahaan.

Ini adalah dakwaan ke-3 yang diumumkan oleh Departemen Hukum AS selama beberapa bulan terakhir. Dalam satu dakwaan malah hacker China tak cuma dituding mencuri rahasia mesin pesawat, melainkan juga merekrut seorang tentara AS untuk menjadi mata-mata intelijen China.

"Peretasan yang didukung oleh pemerintah adalah ancaman langsung terhadap keamanan nasional. Aksi ini adalah contoh lain dari tindakan kriminal oleh MSS (Kementerian Keamanan dalam Negeri China) dalam memfasilitasi pencurian data rahasia untuk memberi keuntungan untuk sektor komersial China," ujar Jaksa Adam Braverman.


(asj/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed