Kamis, 25 Okt 2018 18:12 WIB

Cathay Pacific Diretas, Data Jutaan Penumpang Bocor

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi. Foto: Firdaus/detikTravel Ilustrasi. Foto: Firdaus/detikTravel
Jakarta - Maskapai penerbangan asal Hong Kong Cathay Pacific menyebut ada 9,4 juta data penumpangnya yang tercuri saat server mereka dijebol hacker Maret lalu.

Data penumpang yang dicuri dalam peretasan itu antara lain nomor kartu identitas, nama, tanggal lahir, informasi paspor, dan alamat pengiriman surat. Selain itu, data rute penerbangan para penumpang juga ikut dicuri dalam aksi tersebut.

Dalam pernyataannya, Cathay menyebut ada 403 kartu kredit tak aktif yang ikut dicuri, serta 27 nomor kartu kredit yang tak disertai nomor CVV. Jumlah data yang dicuri dari setiap penumpangnya berbeda-beda, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (25/10/2018).

"Kami belum menemukan bukti adanya penyalahgunaan informasi personal tersebut. Sistem IT yang terdampak benar-benar terpisah dari sistem operasi penerbangan, dan tak ada dampak pada keamanan penerbangan," tulis Cathay dalam pernyataan tertulisnya.


Analis keamanan dari Webroot bernama Randy Abramds menyebut kalau pembobolan Cathay ini melibatkan data-data yang sangat banyak, termasuk data paspor yang 40 kali lebih banyak ketimbang pembobolan Air Canada, yang artinya mempunyai dampak lebih besar terhadap penumpang.

Pembobolan Cathay ini juga berbeda dengan pembobolan maskapai penerbangan lain seperit Delta dan British Airways, karena Cathay menunggu enam bulan dari waktu pembobolan sampai mengumumkannya ke publik.

Hal ini bisa menjadi masalah karena Cathay juga beroperasi di Eropa, yang saat ini menerapkan aturan General Data Protection Regulation (GDPR) yang mewajibkan perusahaan untuk memberi informasi ke konsumen dan pihak berwajib maksimal tiga hari setelah mereka mengetahui adanya pembobolan. (asj/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed