Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Zotob, Worm 'Tercepat' dalam Sejarah

Zotob, Worm 'Tercepat' dalam Sejarah


- detikInet

Jakarta - Trend Micro, perusahaan antivirus jaringan dan isi internet, mengeluarkan peringatan akan ancaman worm Zotob A. Worm penghuni memori ini disebut-sebut sebagai yang 'tercepat' dalam sejarah. Tapi bukan dalam penyebarannya, melainkan tecepat dalam hal penciptaannya. Hanya dalam waktu 5 hari saja setelah celah keamanan Microsoft diumumkan, 9 Agustus lalu di Microsoft Security Bulletin MS-05-039. Bandingkan dengan worm Sasser yang butuh 18 hari untuk proses penciptaannya. Worm penghuni memori ini memanfaatkan cacat pada sistim pengaman Microsoft Plug and Play. Worm ini juga menular pada sistim operasi Windows 95, 98, ME, NE, 2000, dan XP.Kemampuan yang dimiliki adalah kemampuan untuk 'lewat pintu belakang' atau backdoor capability yang memudahkan penyusup melakukan aksi kendali jarak jauh pada sistim yang terkena worm.Modus yang dilancarkan worm Zotob adalah melalui salinan yang ditinggalkan dalam folder sistim Windows sebagai BOTZOR.exe.Hal paling mengancam adalah, kemampuannya dalam memodifikasi sistim file hosts file pada komputer pengguna yang tertular. Di mana hal ini akan mengakibatkan pengguna terhalangi untuk memperoleh bantuan secara online dari situs antivirus.Sementara itu kemampuan akses backdoor, memungkinkan worm dapat tersambung pada server Internet Relay (IRC) spesifik . Nantinya, koneksi ke IRC itu, akan semakin membuat mudah pihak yang ingin menguasai komputer dari jarak jauh.Ancaman lain, worm ini dapat pula memperlambat performa jaringan yang akan membahayakan data pribadi atau perusahaan akan bahaya penyebarluasan.Sebagai informasi, worm ini dilaporkan telah juga menyebar di Amerika Serikat da Jerman. Disinyalir, akan menyebar lebih luas se-Asia Pasifik karena banyak orang yang tidak tahu-menahu akan hal ini.Untuk mengantisipasi, Trend Micro menyarankan agar semua perusahaan dan pengguna internet untuk meng-update file antivirus serta mendaftar patch Microsoft teranyar agar terlindung dari ancaman malware terkait. Demikian menurut keterangan tertulis yang diterima detikinet Senin (15/8/2005). (ien/)





Hide Ads