Jumat, 08 Jun 2018 10:01 WIB

Nasib Malang Pahlawan WannaCry yang Kini Minta Donasi

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Marcus Hutchins. Foto: istimewa Marcus Hutchins. Foto: istimewa
Jakarta - Masih ingat ransomware Wannacrypt -- sering disebut sebagai WannaCry? Ransomware itu bisa disetop penyebarannya berkat seorang peneliti keamanan cyber asal Inggris yang bernama Marcus Hutchins.

Namun ironisnya, Hutchins kemudian malah bermasalah dengan penegak hukum di Amerika Serikat. Kabar terbarunya adalah, ia digugat dengan empat pasal baru terkait malware yang ia buat untuk mencuri informasi finansial.

Jeratan hukum untuk Hutchins tak berhenti sampai di sana. FBI menyebut Hutchins berbohong soal pembuatan malware bernama Kronos, yang menurut FBI dibuat oleh Hutchins dan dipromosikannya secara online, termasuk melalui YouTube.



Hutchins, yang juga dikenal sebagai MalwareTech, kini menghadapi 10 pasal yang dituduhkan padanya, dan tengah menunggu sidang putusan di pengadilan Eastern District of Wisconsin, demikian dikutip detikINET dari Engadget, Jumat (8/6/2018).

Ia pun tak tinggal diam, melalui Twitter-nya ia memohon donasi uang untuk membayar biaya pengacaranya. Ia pun menyebut gugatan padanya itu sebagai sebuah omong kosong.

Salah seorang pengacara Hutchins menyebut gugatan baru ini tak punya dasar, dan menggarisbawahi cacat serius dalam proses hukum yang sedang berjalan. Hutchins sendiri menolak mengaku bersalah dalam gugatan ini. (asj/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed