Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Zombie Meningkat Drastis
Serangan Cyber Akan Makin Ganas
Zombie Meningkat Drastis

Serangan Cyber Akan Makin Ganas


- detikInet

Jakarta - Serangan cyber yang berasal dari komputer korban virus dikhawatirkan akan semakin ganas. Laporan terkini, ada lonjakan jumlah komputer pribadi (PC) yang menjadi 'zombie'. Menurut laporan dari pembuat software anti virus, McAfee, insiden yang melibatkan kode jahat yang bisa mengambilalih komputer ('bot') mencapai 13.000 dari April hingga Juni. Meningkat empat kali lipat dari tigabulan sebelumnya.McAfee menaksir bahwa 63 persen lebih PC dieksploitasi oleh program bot dan oleh spyware dan adware. Demikian dikutip detikinet dari Cnet, Selasa (12/7/2005). Pakar keamanan komputer mengenali jaringan-jaringan 'zombie' itu sebagai ancaman besar terhadap konsumen dan perusahaan. Program tersebut menjalar ke komputer yang ringkih via server chat room dan jaringan file sharing dan sering tak diketahui oleh pemilik PC.Pengacau bisa mengontrol jaringan PC yang tertular virus untuk menyerang komputer atau situs lain, misalnya menyebarkan spam dan mencuri data. Seperti kebanyakan worm dan virus, program zombie biasanya membidik PC yang berjalan di atas OS Microsoft Windows.SpywareSpyware dan adware juga 'menanam' diri mereka sendiri secara diam-diam pada komputer korban yang tidak menaruh curiga. Tetapi tidak seperti program zombie, mereka sebagian besar dirancang untuk melaporkan kebiasaan browsing pengguna komputer dan mengirim pesan 'pop-up'. Program seperti itu sudah menjadi momok di internet, karena sering merusak web orang lain dan mengontrol komputer mereka.Protes atas program seperti itu sudah sampai ke telinga para pembuat undang-undang. Beberapa rancangan undang-undang anti-spyware ditinjau kembali lewat Kongres. Komisi Federal Perdagangan Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan mendesak Internet Service Provider untuk menindak pelaku 'zombie'.Jaksa Agung Kota New York, Eliot Spitzer, juga telah mengajukan gugatan melawan 'pemasar cyber' Intermix Media pada bulan April 2005. Eliot menuduh Intermix telah menjadi sumber program adware dan spyware yang menghalangi perdagangan dan keamanan online. Tetapi McAfee tetap pesimis terhadap hasil perjuangan melawan 'program yang mungkin tak diinginkan' ini. "Ada empat rancangan undang-undang anti-spyware yang berjalan lewat Kongres untuk menangani masalah yang semakin meningkat ini, tetapi kami percaya masalah hanya akan bertambah buruk," kata wakil presiden McAfee, Vincent Gullotto.McAfee juga mengatakan bahwa jumlah program baru yang tidak diinginkan yang diciptakan selama tiga bulan (April-Juni) meningkat sebanyak 12 persen, dibanding tiga bulan sebelumnya.Perusahaan mengatakan bahwa jumlah keringkihan keamanan komputer secara keseluruhan meningkat sekitar 5 persen pada kwartal kedua. Ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang melebihi 1.000 kelemahan di berbagai platform komputer.Peningkatan jumlah serangan ini diduga bermotif keuangan, ujar McAfee. Beberapa penyerang memakai program untuk mencuri data keuangan, ada juga yang mencoba mendapat kontrol di PC atau jaringan. (wicak/)





Hide Ads