Jumat, 30 Mar 2018 07:25 WIB

Pabrik Boeing Diserang WannaCry

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi. Foto: internet Ilustrasi. Foto: internet
Jakarta - Masih ingat ransomware WannaCry yang sempat bikin heboh beberapa waktu lalu? Ransomware ini ternyata belum berhenti menyerang, dan korban terbarunya adalah sebuah fasilitas produksi milik Boeing di Charleston, South Carolina, Amerika Serikat.

Chief engineer Boeing Commercial Airplane Mike Vanderwel mengirimkan memo ke seluruh karyawan Boeing untuk meminta bantuan menghadapi serangan cyber ini. Boeing disebut takut malware ini menyebar peralatan yang dipakai dalam pengujian fungsi pesawat, yang membuatnya bisa menyebar ke software pesawat terbang lain.

"Hal ini menyebar secara cepat di North Charleston dan saya baru mendengar 777 (alat otomatisasi perakitan) kemungkinan sudah tak dapat digunakan," tulis Vanderwel dalam memonya itu, demikian dikutip detikINET dari Seattle Times, Jumat (30/3/2018).


WannaCry adalah ransomware yang disebut oleh pemerintahan presiden Trump sebagai aksi terorisme cyber dari Korea Utara. Ransomware ini menyerang melalui celah kritis yang ada di OS Windows.

Penyebarannya sendiri dimulai pada Mei 2017 lalu, dan langsung membuat heboh karena menyerang banyak rumah sakit. Beberapa minggu kemudian varian WannaCry menyebar ke lebih dari 150 negara lain.

WannaCry masuk dalam golongan ransomware karena malware ini beroperasi dengan mengunci komputer sehingga tak bisa digunakan oleh penggunanya, dan mereka harus membayar uang tebusan terlebih dahulu untuk membuka kuncinya itu.

Setelah bikin heboh di lebih dari 150 negara Microsoft sebenarnya sudah menambal celah yang dimanfaatkan oleh WannaCry di Windows. Namun ternyata ransomware ini masih bisa menginfeksi, seperti yang terjadi di pabrik Boeing tersebut.

(asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed