Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Waspadai Serangan Zombie Bagle

Waspadai Serangan Zombie Bagle


- detikInet

Jakarta - Komputer-komputer zombie korban virus Bagle dikhawatirkan akan melakukan serangan besar dalam waktu dekat. Puluhan ribu pengguna Internet telah diserang oleh Bagle terbaru. Varian virus Bagle terbaru muncul akhir minggu kemarin (26/6/2005) dan telah menyerang puluhan ribu pengguna internet. Demikian ungkap Ero Carrera, seorang peneliti F-Secure, seperti dilansir CNET News dan dikutip detikinet Kamis (30/6/2005).F-Secure, perusahaan pembuat software antivirus, menyebut virus Bagle terbaru itu sebagai Mitglieder.CN. Sedangkan perusahaan lain kadang menyebutkannya dengan nama Tooso.J. atau Bagle.BQ.Benteng software antivirus yang terpasang pada komputer korban virus tersebut akan dilumpuhkan. Selanjutnya komputer korban dipaksa men-down-load Trojan yang akan membajak komputer tersebut. Komputer yang terinfeksi virus ini akan dimanfaatkan sebagai botnet.Botnet adalah gabungan beberapa komputer--umumnya ribuan jaringan--yang disewa untuk melakukan serangan cyber. Botnet bisa menyebarkan virus, meluncurkan serangan denial-of-service, atau melakukan kejahatan maya lainnya."Compromised PC--demikian namanya--mungkin akan digunakan untuk mengirim beberapa varian virus Bagle yang baru," tutur Carrera.Sebagai informasi, virus Bagle telah menyebarkan sekitar 70 varian virus sejak Januari 2004. Beberapa varian disinyalir lebih rumit dari yang lainnya, karena menggunakan metode penyebaran campuran. Yaitu lewat cara penyebaran e-mail massal dan teknik kuda Troya.Kebanyakan perusahaan penghasil software antivirus meng-update produk mereka akhir minggu kemarin. Hal ini dilakukan untuk melindungi pelanggan dari jenis virus teranyar ini."Hal ini tidak akan jadi masalah besar," tandas Mikko Hypponen, Direktur Penelitian F-Secure.Sementara itu, menurut hasil pengamatan Symantec, jenis virus baru ini memiliki risiko kecil. Pasalnya, virus ini belum menyebar luas."Keluhan yang datang pada kami akan serangan virus tersebut mulai berkurang. Jadi, tidak akan menilainya sebagai suatu ancaman serius," kata salah seorang wakil dari Symantec mengakhiri. (wicak/)






Hide Ads